Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mencegah risiko yang timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Rendahnya literasi kesehatan dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap informasi farmasi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional melalui media edukasi bilingual (Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris) di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi membaca informasi pada kemasan obat, serta pembagian media edukasi berupa leaflet dan booklet bilingual. Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, remaja, dan masyarakat umum terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 52,6% sebelum edukasi menjadi 90,0% setelah edukasi. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, terutama pada pemahaman istilah farmasi dasar dalam bahasa Inggris dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep. Selain meningkatkan literasi kesehatan, penggunaan media bilingual juga membantu peserta memahami terminologi kesehatan yang sering ditemukan pada kemasan obat dan sumber informasi digital. Dengan demikian, edukasi penggunaan obat yang rasional berbasis media bilingual efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berpotensi menjadi strategi pemberdayaan masyarakat untuk mendukung penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026