Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Penggunaan Obat Rasional Berbasis Media Bilingual Ira Nurmala; Nurfitriana Rahmat; Rahayu Aprianti; Poyizar; Syaiful Katadi
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.103

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mencegah risiko yang timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Rendahnya literasi kesehatan dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap informasi farmasi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional melalui media edukasi bilingual (Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris) di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi membaca informasi pada kemasan obat, serta pembagian media edukasi berupa leaflet dan booklet bilingual. Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, remaja, dan masyarakat umum terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 52,6% sebelum edukasi menjadi 90,0% setelah edukasi. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, terutama pada pemahaman istilah farmasi dasar dalam bahasa Inggris dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep. Selain meningkatkan literasi kesehatan, penggunaan media bilingual juga membantu peserta memahami terminologi kesehatan yang sering ditemukan pada kemasan obat dan sumber informasi digital. Dengan demikian, edukasi penggunaan obat yang rasional berbasis media bilingual efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berpotensi menjadi strategi pemberdayaan masyarakat untuk mendukung penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.
Transformasi Literasi Obat Herbal melalui Edukasi Digital Faisal; Muhammad Sujarwad; Nurfitriyana Rahmat; Syaiful Katadi; Rahayu Aprianti; Poyizar
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.108

Abstract

Penggunaan obat herbal di masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya minat terhadap pengobatan berbasis bahan alam. Namun, tingginya penggunaan obat herbal belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman yang memadai mengenai manfaat, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat. Selain itu, maraknya informasi kesehatan di media digital sering kali menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dalam membedakan informasi yang valid dan berbasis ilmiah dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi obat herbal masyarakat melalui edukasi digital di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, serta distribusi media digital berupa infografis dan e-booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat dan keamanan obat herbal, pemilihan produk herbal yang legal, penggunaan obat herbal yang rasional, serta kemampuan dalam mengakses informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi digital terbukti menjadi media yang efektif dalam meningkatkan literasi obat herbal dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alam yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber daya bahan alam secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Penggunaan Obat Rasional Berbasis Media Bilingual Ira Nurmala; Nurfitriana Rahmat; Rahayu Aprianti; Poyizar; Syaiful Katadi
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.103

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mencegah risiko yang timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Rendahnya literasi kesehatan dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap informasi farmasi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional melalui media edukasi bilingual (Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris) di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi membaca informasi pada kemasan obat, serta pembagian media edukasi berupa leaflet dan booklet bilingual. Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, remaja, dan masyarakat umum terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 52,6% sebelum edukasi menjadi 90,0% setelah edukasi. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, terutama pada pemahaman istilah farmasi dasar dalam bahasa Inggris dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep. Selain meningkatkan literasi kesehatan, penggunaan media bilingual juga membantu peserta memahami terminologi kesehatan yang sering ditemukan pada kemasan obat dan sumber informasi digital. Dengan demikian, edukasi penggunaan obat yang rasional berbasis media bilingual efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berpotensi menjadi strategi pemberdayaan masyarakat untuk mendukung penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.
Transformasi Literasi Obat Herbal melalui Edukasi Digital Faisal; Muhammad Sujarwad; Nurfitriyana Rahmat; Syaiful Katadi; Rahayu Aprianti; Poyizar
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.108

Abstract

Penggunaan obat herbal di masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya minat terhadap pengobatan berbasis bahan alam. Namun, tingginya penggunaan obat herbal belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman yang memadai mengenai manfaat, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat. Selain itu, maraknya informasi kesehatan di media digital sering kali menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dalam membedakan informasi yang valid dan berbasis ilmiah dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi obat herbal masyarakat melalui edukasi digital di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, serta distribusi media digital berupa infografis dan e-booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat dan keamanan obat herbal, pemilihan produk herbal yang legal, penggunaan obat herbal yang rasional, serta kemampuan dalam mengakses informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi digital terbukti menjadi media yang efektif dalam meningkatkan literasi obat herbal dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alam yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber daya bahan alam secara berkelanjutan.