Antrian merupakan barisan orang yang menunggu untuk menerima layanan dan menjadi aspek penting dalam manajemen operasional. Salah satu situasi yang sering terjadi adalah antrian di loket, seperti saat membeli tiket nonton di bioskop. Materi terkait antrian telah banyak dipelajari karena timbulnya antrian disebabkan oleh jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas layanan yang tersedia. Dampak dari antrian yang panjang dapat menyebabkan kehilangan pelanggan. Penelitian ini mengkaji penerapan model antrian tiket bioskop Cinema XXI Cilegon Center Mall dengan menggunakan model single channel-single phase. Model antrian Single Channel-Single Phase dipilih karena layanan pembelian tiket telah berjalan dengan baik dan memberikan waktu yang optimal bagi pembeli. Dari jumlah pembeli yang menunggu dalam antrian (Lq) dengan nilai sebesar 0.005, serta Probabilitas tidak adanya pembeli dalam server yang kosong mencapai 99%, menunjukkan bahwa layanan antrian di Bioskop XXI Cilegon Center Mall sudah cukup memuaskan.
Copyrights © 2024