Pengambilan keputusan yang efektif merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kredibilitas dan ketepatan kebijakan di lembaga publik strategis seperti Bank Indonesia. Namun, efektivitas tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh struktur kelembagaan dan sistem informasi, tetapi juga oleh faktor manusiawi, khususnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan kecenderungan perilaku ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana kompetensi SDM dan bias perilaku seperti confirmation bias, overconfidence bias, dan status quo bias memengaruhi kualitas pengambilan keputusan di Bank Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur, tulisan ini membahas keterkaitan antara kapasitas individu, bias kognitif, dan sistem kelembagaan dalam membentuk proses kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknis dan analitis pegawai sangat menentukan validitas keputusan, namun tanpa kesadaran terhadap bias dan sistem mitigasinya, kualitas keputusan tetap berisiko menurun. Oleh karena itu, diperlukan strategi terpadu berupa pelatihan literasi data dan antibias, penerapan decision hygiene, penguatan forum kebijakan yang reflektif, serta pembentukan budaya organisasi yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi konseptual dalam mendorong transformasi internal Bank Indonesia menuju sistem pengambilan keputusan yang lebih adaptif, berbasis bukti, dan tahan terhadap tekanan bias.
Copyrights © 2025