Perubahan iklim merupakan tantangan global yang dipicu oleh peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi tantangan utama bagi negara-negara di Asiaa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GDP per kapita, GDP per kapita kuadrat, industrialisasi, dan konsumsi energi terhadap tingkat emisi CO₂ serta menguji keberlakuan hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) di Asia. Menggunakan metode kuantitatif dengan data panel dari 17 negara Asia selama periode 2011-2022. Data diperoleh dari World Bank dan Our World in Data. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda munggunakan Fixed Effect Model (FEM) untuk negara-negara high income dan upper middle income. Hasil Pengujian hipotesis EKC, mendukung keberlakuan teori EKC pada negara high income dan upper middle income. Sedangkan untuk GDP per kapita dan konsumsi energi berpengaruh signifikan pada dua klasifikasi negara, namun industrialisasi berpengaruh signifikan hanya pada negara high income. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi mendorong kesejahteraan, namun tanpa transisi energi dan kebijakan industri yang berkelanjutan, emisi karbon akan terus meningkat. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya inovasi teknologi bersih dan efisiensi energi sebagai bagian dari strategi pembangunan rendah karbon di Asia.
Copyrights © 2025