Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian Indonesia, terutama melalui kontribusinya terhadap penerimaan devisa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar, GDP per kapita negara asal wisatawan, dan GDP Indonesia terhadap neraca jasa perjalanan Indonesia pada periode Q1 2010 hingga Q4 2023 dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, inflasi dan variabel dummy Covid-19 memiliki pengaruh negatif signifikan; sementara nilai tukar, GDP per kapita negara asal wisatawan, dan GDP Indonesia memberikan pengaruh positif yang signifikan. Dalam jangka panjang, inflasi dan GDP Indonesia berpengaruh negatif signifikan, sedangkan GDP per kapita negara asal wisatawan berpengaruh positif signifikan. Nilai tukar dan variabel dummy Covid-19 menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas ekonomi makro domestik dan eksternal dalam menjaga kinerja neraca jasa perjalanan Indonesia
Copyrights © 2025