Tingginya tingkat turnover karyawan menjadi tantangan serius bagi PT X, sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia, karena menimbulkan biaya rekrutmen yang tinggi dan berpotensi menurunkan produktivitas. Fenomena ini mendorong perlunya strategi retensi yang efektif untuk mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh dari tiga faktor kunci kompensasi, budaya organisasi, dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan di PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah karyawan PT X, dengan sampel sebanyak 77 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring yang mengukur persepsi karyawan terhadap variabel-variabel yang diteliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji model pengukuran dan model struktural secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang signifikan. Variabel kompensasi dan budaya organisasi ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap retensi karyawan. Sebaliknya, variabel kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan (P-Value = 0,035). Secara keseluruhan, model penelitian ini mampu menjelaskan 74,7% varians dalam variabel retensi karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja, yang mencakup aspek-aspek seperti hubungan dengan atasan dan rekan kerja, kesesuaian pekerjaan, serta keseimbangan kehidupan kerja, merupakan prediktor terkuat dalam mempertahankan karyawan di PT X. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar perusahaan memprioritaskan program-program yang berfokus pada peningkatan kepuasan kerja sebagai strategi utama untuk menekan tingkat turnover dan meningkatkan loyalitas karyawan dalam jangka panjang
Copyrights © 2025