Fenomena rendahnya kinerja tenaga medis di beberapa Puskesmas di Kabupaten Garut menjadi perhatian penting, yang diduga dipengaruhi oleh lemahnya penerapan budaya organisasi, khususnya dalam aspek kepemimpinan, kolaborasi, dan pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi budaya organisasi—dominant characteristics, organisational leadership, management of employees, organisational glue, strategic emphases, dan criteria for success—terhadap kinerja tenaga medis di Puskesmas Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi terdiri dari seluruh tenaga medis di 10 Puskesmas dengan capaian kinerja sedang dan rendah, berjumlah 38 orang yang dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga medis, dengan dimensi management of employees memberikan pengaruh paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan budaya organisasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia, untuk meningkatkan kinerja tenaga medis di Puskesmas Kabupaten Garut
Copyrights © 2026