Hadirnya bank digital mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses layanan perbankan, termasuk di kalangan mahasiswa sebagai generasi digital native. Meskipun bank digital menawarkan kemudahan dan fleksibilitas, tingkat adopsi pada mahasiswa Indonesia belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi intensi menggunakan bank digital dengan mengintegrasikan Theory of Planned Behavior dan Technology Acceptance Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif melalui survei terhadap 159 mahasiswa pengguna bank digital. Analisis dilakukan menggunakan PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness, Attitude, dan Perceived Behavioral Control berpengaruh positif terhadap intensi menggunakan bank digital, sedangkan Subjective Norms tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa jika suatu teknologi mudah digunakan dan memberikan manfaat, serta sumber daya yang dimiliki oleh mahasiswa memadai, maka dapat meningkatkan minat penggunaan bank digital. Oleh karena itu, penyedia layanan perlu mengoptimalkan kemudahan sistem dan menyediakan fitur yang bermanfaat untuk meningkatkan adopsi.
Copyrights © 2026