Perubahan struktur sosial ekonomi serta perkembangan teknologi menuntut individu untuk beradaptasi dengan cepat. Dalam proses perkembangan tersebut, muncul persaingan antar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup termasuk dengan menempuh cara tidak legal untuk menggapainya. Hal ini tercermin dari masih tingginya kasus kriminalitas properti di Indonesia khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Penelitian ini bertujan menganalisis pengaruh ketimpangan pendapatan, pengangguran, pendidikan, kepadatan penduduk, serta migrasi terhadap kasus kriminalitas properti di Pulau Jawa dan Sumatera tahun 2015-2024. Perbedaan kondisi sosial ekonomi antara dua wilayah dapat menimbulkan variasi hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan pengangguran dan migrasi berpengaruh negatif signifikan terhadap kriminalitas properti di kedua wilayah dengan tingkat pengaruh lebih besar di Jawa daripada Sumatera. Sementara, ketimpangan pendapatan tidak berpengaruh signifikan di kedua wilayah. Kemudian, tingkat pendidikan dan kepadatan penduduk, keduanya tidak berpengaruh di Pulau Jawa, namun berpengaruh signifikan di Pulau Sumatera. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan struktur dan karakteristik antarwilayah dapat memengaruhi pola kriminalitas properti
Copyrights © 2026