Tantangan fiskal makro dan penyesuaian regulasi pasca-pandemi COVID-19 menuntut instansi kesehatan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjaga akuntabilitas keuangan demi keberlanjutan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara jelas kinerja keuangan RSUD Kota Mataram periode tahun 2023–2024 menggunakan pendekatan Value for Money (VFM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan dokumen keuangan terkait dari instansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek efektivitas, kinerja rumah sakit berkategori sangat efektif karena realisasi pendapatan berhasil melampaui target. Aspek ekonomis mengalami perbaikan dari kriteria tidak ekonomis pada tahun 2023 menjadi ekonomis pada tahun 2024 akibat adanya pengetatan pengendalian anggaran belanja. Namun, aspek efisiensi tergolong sangat tidak efisien karena terjadi pembengkakan biaya operasional terhadap rasio pendapatan. Simpulannya, RSUD Kota Mataram telah memenuhi prinsip ekonomis dan efektivitas dengan baik, tetapi masih menghadapi tantangan besar dalam efisiensi biaya operasional. Manajemen rumah sakit direkomendasikan melakukan evaluasi berkala pada indikator VFM sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial alokasi anggaran.
Copyrights © 2026