Perkembangan teknologi digital dan peningkatan penetrasi e-commerce global telah membuka peluang besar bagi merek kecantikan Asia untuk memperluas jangkauan pasar mereka ke tingkat internasional. Namun, ekspansi ini juga membawa tantangan kompleks, mulai dari perbedaan budaya dan preferensi konsumen hingga beragam peraturan lintas batas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi strategi pemasaran digital oleh merek kecantikan Asia dalam ekspansi internasional dan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul di pasar global. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis deskriptif dari sumber data sekunder. Studi kasus berfokus pada empat merek utama: SK-II, Laneige, Innisfree, dan Shiseido. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan ekspansi internasional merek kecantikan Asia didukung oleh kemampuan mereka untuk menggabungkan strategi standardisasi merek dengan adaptasi konten lokal melalui berbagai platform digital, khususnya TikTok, Instagram, dan perdagangan sosial. Penggunaan influencer/KOL, lokalisasi konten pemasaran, dan implementasi strategi omnichannel telah terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing di pasar global. Implikasi dari studi ini relevan bagi merek kecantikan Asia yang sedang merencanakan atau sedang melaksanakan ekspansi internasional
Copyrights © 2026