Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada pelaku UMKM dalam mengadopsi tren jajanan viral serta dampaknya terhadap keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, dengan sumber data berupa konten media sosial dan laman berita yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO mendorong pelaku usaha untuk mengambil keputusan bisnis secara cepat dan cenderung impulsif tanpa perencanaan yang matang, seperti riset pasar dan diferensiasi produk. Hal ini menyebabkan banyak usaha hanya bertahan dalam jangka pendek karena bergantung pada viralitas semata. Studi kasus seperti cireng dan Dubai Chocolate menunjukkan bahwa inovasi produk, strategi pemasaran digital, serta penguatan branding mampu mendukung keberlanjutan usaha. Sebaliknya, produk seperti es kepal Milo dan odading Mang Oleh cenderung mengalami penurunan karena kurangnya inovasi dan diferensiasi. Oleh karena itu, keberlanjutan usaha tidak cukup mengandalkan tren viral, tetapi memerlukan strategi jangka panjang melalui inovasi, kualitas produk, dan pengelolaan bisnis yang adaptif
Copyrights © 2026