Adolescents have different characteristics compared to adults and children. They also have distinct addressing characteristics, especially among Sundanese adolescents. The shift and change in the use of personal pronouns as a form of address among Sundanese adolescents is an intriguing area for further study. Sundanese addresses are dynamic and evolve with the times and societal developments, including those among adolescents. This research uses descriptive and qualitative methods to use personal pronouns as an address among Sundanese adolescents. Data collection involved observation and recording of speech among male and female Sundanese adolescents, as well as interviews to gather additional information. The research was conducted in three stages: data collection, analysis, and presentation of the results. The study was centered in Bandung City and found that the personal pronoun "manéh" is dominantly used by both male and female Sundanese adolescents in relaxed and informal speech situations. Additionally, "sia" is used among male Sundanese adolescents, "anjeun" among female Sundanese adolescents, "kamu" among both male and female adolescents, and " énté " specifically among male adolescents. AbstrakRemaja mempunyai karakter yang berbeda dengan orang dewasa juga anak-anak. Dalam hal menyapa pun mereka memiliki kekhasan yang berbeda dengan kalangan lainnya, tidak terkecuali remaja Sunda. Pergeseran dan perubahan fungsi pronomina persona sebagai bentuk sapaan di kalangan remaja Sunda merupakan kajian yang menarik untuk diteliti lebih jauh. Sehubungan dengan sapaan bahasa Sunda senantiasa berdinamika sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan yang terjadi di masyarakat Sunda itu sendiri, termasuk di kalangan remaja. Penelitian ini berfokus pada penggunaan pronomina persona sebagai sapaan di kalangan remaja Sunda. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menerapkan metode kualitatif. Metode yang digunakan dalam memupu data adalah observasi, yaitu dengan cara mengamati dan merekam pertuturan yang berlangsung di kalangan remaja Sunda, baik laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini juga memanfaatkan metode wawancara kepada informan remaja guna menggali informasi yang tidak diperoleh dalam obervasi, Metode dan teknik penelitian dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahapan penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Lokasi penelitian ini berpusat di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks situasi pertuturan yang santai dan informal, pronomina persona manéh ‘kamu’ merupakan pronomina yang paling dominan digunakan oleh remaja Sunda laki-laki dan perempuan. Pronomina sia ‘kamu’ digunakan di kalangan remaja Sunda laki-laki dan anjeun ‘kamu’ digunakan di kalangan remaja Sunda perempuan. Di samping itu, remaja Sunda juga menggunakan pronomina kamu di kalangan remaja laki-laki dan perempuan serta énté di kalangan remaja laki-laki.
Copyrights © 2024