cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Strategi Kesantunan Berbahasa Berperspektif Gender dalam Interaksi Tokoh Laki-laki dan Perempuan pada Film Jumbo Shabila Meidiana Utami; Siti Salamah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8391

Abstract

The purpose of this study is to: (1) describe the use of gender-perspective politeness strategies in the interaction of the characters in the film Jumbo; and (2) analyze the tendencies of their use within the context of character interaction. This study is a descriptive qualitative research with data sources in the form of character utterances in the film Jumbo. Data collection techniques were carried out through the observe and record method. Furthermore, data analysis was conducted using the pragmatic identity method. To ensure data validity, this study employed theory triangulation. The results indicate that male characters tend to use the bald on record strategy in 10 utterances, compared to female characters with 5 utterances. Other strategies include off record with 12 utterances (9 male, 3 female), positive politeness with 11 utterances (7 male, 4 female), and negative politeness with 3 utterances (2 male, 1 female). Therefore, these findings show a tendency for differences in the use of politeness strategies based on gender, which are also influenced by the social context and the roles of the characters in the interaction. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan strategi kesantunan berbahasa berperspektif gender dalam interaksi tokoh film Jumbo; dan (2) menganalisis peredaan penggunaannya dalam konteks interaksi tokoh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan tokoh dalam film Jumbo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan simak dan catat. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan teknik padan pragmatik. Serta untuk menguji kebasahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh laki-laki menggunakan strategi bald on record sebanyak 10 tuturan, dibandingkan dengan tokoh perempuan sebanyak 5 tuturan. Strategi lainnya meliputi off record sebanyak 12 tuturan (9 laki-laki, 3 perempuan), positive politeness sebanyak 11 tuturan (7 laki-laki, 4 perempuan), dan negative politeness sebanyak 3 tuturan (2 laki-laki, 1 perempuan). Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan adanya perbedaan penggunaan strategi kesantunan berdasarkan gender yang juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan peran tokoh dalam interaksi.
Ranah, Volume 6 Nomor 1 Prawacana, Daftar Isi, Abstrak
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i1.460

Abstract

Penggunaan Pronomina Persona sebagai Bentuk Sapaan di Kalangan Remaja Sunda Asri Soraya Afsari; Cece Sobarna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7775

Abstract

Adolescents have different characteristics compared to adults and children. They also have distinct addressing characteristics, especially among Sundanese adolescents. The shift and change in the use of personal pronouns as a form of address among Sundanese adolescents is an intriguing area for further study. Sundanese addresses are dynamic and evolve with the times and societal developments, including those among adolescents. This research uses descriptive and qualitative methods to use personal pronouns as an address among Sundanese adolescents. Data collection involved observation and recording of speech among male and female Sundanese adolescents, as well as interviews to gather additional information. The research was conducted in three stages: data collection, analysis, and presentation of the results. The study was centered in Bandung City and found that the personal pronoun "manéh" is dominantly used by both male and female Sundanese adolescents in relaxed and informal speech situations. Additionally, "sia" is used among male Sundanese adolescents, "anjeun" among female Sundanese adolescents, "kamu" among both male and female adolescents, and " énté " specifically among male adolescents. AbstrakRemaja mempunyai karakter yang berbeda dengan orang dewasa juga anak-anak. Dalam hal menyapa pun mereka memiliki kekhasan yang berbeda dengan kalangan lainnya, tidak terkecuali remaja Sunda. Pergeseran dan perubahan fungsi pronomina persona sebagai bentuk sapaan di kalangan remaja Sunda merupakan kajian yang menarik untuk diteliti lebih jauh. Sehubungan dengan sapaan bahasa Sunda senantiasa berdinamika sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan yang terjadi di masyarakat Sunda itu sendiri, termasuk di kalangan remaja. Penelitian ini berfokus pada penggunaan pronomina persona sebagai sapaan di kalangan remaja Sunda. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menerapkan metode kualitatif. Metode yang digunakan dalam memupu data adalah observasi, yaitu dengan cara mengamati dan merekam pertuturan yang berlangsung di kalangan remaja Sunda, baik laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini juga memanfaatkan metode wawancara kepada informan remaja guna menggali informasi yang tidak diperoleh dalam obervasi, Metode dan teknik penelitian dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahapan penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Lokasi penelitian ini berpusat di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks situasi pertuturan yang santai dan informal, pronomina persona manéh ‘kamu’ merupakan pronomina yang paling dominan digunakan oleh remaja Sunda laki-laki dan perempuan. Pronomina sia ‘kamu’ digunakan di kalangan remaja Sunda laki-laki dan anjeun ‘kamu’ digunakan di kalangan remaja Sunda perempuan. Di samping itu, remaja Sunda juga menggunakan pronomina kamu di kalangan remaja laki-laki dan perempuan serta  énté di kalangan remaja laki-laki.
Metafora Pada Lagu Nyidham Sari dan Yen Ing Tawang ono Lintang Raditya Ranabumi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v7i2.659

Abstract

The study of metaphors in semantics is indeed worth discussing in the world of linguistics, languages that are not straightforward make many people rethink to understand a meaning. In general, the metaphor is an expression of language to say something that lives for something else that lives, that lives for something that dies, something that dies for life, and something else that dies. When talking about keroncong songs in Indonesia, almost all songs mean straightforward. However, if it refers to the songs of Nyidam Sari and Yen Ing Tawang Ono Lintang, the work of artist Andjar Any seems to need to be studied more deeply because in the lyrics delivered there are a lot of visible metaphors. Based on this background, the purpose of this research is to understand the meanings implied in the two songs. In this study researchers used descriptive qualitative methods because the object of this research is the song contained in the text. Then, based on the results of the research that has been done, it can be concluded that 13 metaphors in both songs have been found, namely 4 nominative metaphors, 4 complementative metaphors, 4 predictive metaphors, and 1 calimative metaphors. Thus it has been answered that the meaning of some song lyrics was previously poorly understood by the general public.AbstrakKajian metafora dalam semantik memang layak untuk diperbincangkan dalam dunia linguistik, bahasa-bahasa yang tidak lugas membuat banyak orang berfikir ulang untuk memahami suatu makna. Pada umumnya metafora itu adalah ungkapan kebahasaan untuk mengatakan sesuatu yang hidup untuk sesuatu lainnya yang hidup, yang hidup untuk sesuatu yang mati, sesuatu yang mati untuk hidup, dan sesuatu yang mati lainnya yang mati. Jika berbicara tentang lagu keroncong di Indonesia, hampir semua lagu bermakna lugas. Akan tetapi jika mengarah pada lagu Nyidam Sari dan Yen Ing Tawang Ono Lintang karya seniman Andjar Any tampaknya perlu dikaji lebih dalam karena dalam lirik-lirik yang disampaikan banyak sekali metafora yang tampak. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah memahami makna-makna yang tersirat dalam kedua lagu tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deksriptif karena objek penelitian ini adalah lagu yang tertuang dalam teks. Kemudian, berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa telah ditemukan 13 metafora dalam kedua lagu tersebut, yaitu 4 metafora nominatif, 4 metafora komplementatif, 4 metafora predikatif, dan 1 metafora kalimatif. Dengan demikian terjawab sudah makna dari beberapa lirik lagu yang sebelumnya kurang dipahami masyarakat awam.  
Makanan Tradisional Sentani dalam Perspektif Linguistik Kuliner Siswanto Siswanto; Basori Basori; Wigati Yektiningtyas; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.7883

Abstract

This research aims to explore the ingredients and methods of food processing in the Sentani community. The Sentani community who live around Lake Sentani, Jayapura Regency, Papua have unique ingredients and methods, which are certainly different from other cultures. The qualitative method was chosen because this research intends to explain the complex concept of food and tradition in the Sentani culture. This research combines the perspectives of anthropological linguistics and culinary linguistics. The concept of anthropological linguistics will help in understanding the language and meaning of the terminology used in naming food and eating traditions. While culinary linguistics will help holistically understand the names of food in the context of the culture and beliefs of the Sentani community. The naming of ethnic Sentani food is divided into several categories, namely: new naming based on the absorption of other languages, naming based on the mention of the main ingredients, naming based on processing, naming based on the mention of similarity in shape, naming based on cooking tools/places, and naming based on customary methods/rules. The meaning of Sentani ethnic food based on the language used by the tribe is the Sentani regional language. The meaning of the naming of Sentani ethnic food is based on the ingredients used, taste, form of processing and presentation. Abstrak Riset ini bertujuan untuk mengeksplorasi bahan dan cara pengolahan makanan dalam masyarakat Sentani. Masyarakat Sentani yang hidup di sekitar Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua memiliki bahan dan cara yang khas, yang tentunya berbeda dengan kebudayaan yang lain. Metode kualitatif dipilih karena riset ini bermaksud menjelaskan konsep yang kompleks makanan dan tradisi dalam kebudayaan Sentani. Riset ini menggabungkan sudut pandang linguistik antropologi dan linguistik kuliner. Konsep linguistik antropologi akan membantu dalam memahami bahasa dan makna terminologi yang digunakan dalam penamaan makanan dan tradisi makan. Sedangkan linguistik kuliner akan membantu secara holistik memahami nama-nama makanan dalam konteks budaya dan keyakinan masyarakat Sentani. Penamaan makanan etnis Sentani terbagi atas beberapa kategori, yaitu: penamaan baru berdasarkan serapan bahasa lain, penamaan berdasarkan penyebutan bahan utama, penamaan berdasarkan pengolahan, penamaan berdasarkan penyebutan keserupaan bentuk, penamaan berdasarkan alat/tempat masak, dan penamaan berdasarkan cara/aturan adat. Makna makanan etnis Sentani berdasarkan bahasa yang digunakan suku tersebut adalah bahasa daerah Sentani. Makna penamaan makanan etnis Sentani didasarkan atas bahan yang digunakan, rasa, bentuk pengolahan dan penyajian.
ANALISIS PENGGUNAAN SKEMATA DALAM BAHASA IKLAN ANAK Hyunisa Rahmanadia
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v1i1.4

Abstract

Penelitian mengenai iklan sudah banyak dilakukan untuk menemukan cara pengemasan iklan yang ideal. Namun, penelitian tersebut masih belum dapat menjelaskan bagaimana iklan tersebut berpengaruh terhadap pikiran pembacanya. Dengan menggunakan teori skemata yang berhubungan dengan struktur kognitif dalam pikiran seseorang dan teori perkembangan anak dari Hurlock, penelitian ini membahas mengenai penggunaan bahasa akan dapat memancing pengalaman yang dimiliki oleh seorang ketika membaca iklan tersebut sehingga anak itu akan lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan. Objek penelitian ini adalah iklan untuk anak-anak yang termuat dalam majalah anak-anak “Bobo” dari bulan Januari sampai Agustus 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana penempatan informasi baru dalam skemata anak yang dapat digunakan untuk membantu para pembuat iklan dalam mengemas iklan.
Makna Kata dalam Bahasa Indonesia (Salah Kaprah dan Upaya Perbaikannya) Syahru Ramadan; Yeti Mulyati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.1036

Abstract

Often in understanding or interpreting words in the Indonesian language mistaken or mistaken things are considered as truth so that it often makes the understanding of the Indonesian language wrong. This research is here to describe the perception of Indonesian language users about words that are often misunderstood and their efforts to improve them. This research is in the form of descriptive qualitative research and questionnaire as the main instrument. Data is presented by the method of referring to the technique of listening and note-free. This research gives the result that (1) out of 10 words that are interpreted by Indonesian users, only 3 words are interpreted following Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2013) and 7 other words are interpreted incorrectly. The words that are interpreted according to KBBI (2013) are absen, absensi, and kosong. Words that are interpreted incorrectly are acuh, bergeming, nuansa, seronok, carut-marut, notulen, and rempong. Some of the factors that cause the meaning are seeing in the mass media, often hearing from other people (the public), becoming a daily habit, and seeing the meaning in the dictionary. (2) Efforts to improve the interpretation by requiring the mass media to use the meaning appropriate to the KBBI (2013), improve the quality of the Indonesian language of educators, foster a positive attitude towards the Indonesian language, and establish binding rules for Indonesian language users. AbstrakSeringkali dalam memahami atau memaknai kata dalam bahasa Indonesia terjadi salah kaprah atau kesalahan yang dianggap sebagai kebenaran sehingga hal itu acap kali membuat pemahaman terhadap bahasa Indonesia keliru. Penelitian ini hadir untuk mendeskripsikan persepsi pengguna bahasa Indonesia mengenai kata-kata yang sering disalahkaprahkan maknanya dan upaya memperbaikinya. Penelitian ini berwujud deskriptif kualitatif dengan peneliti dan angket sebagai instrumen utama. Data disajikan dengan metode simak dengan teknik simak bebas cakap dan catat. Penelitian ini memberikan hasil bahwa (1) dari 10 kata yang dimaknai oleh pengguna bahasa Indonesia, hanya 3 kata yang dimaknai sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2013) dan 7 kata lainnya dimaknai salah kaprah. Kata-kata yang dimaknai sesuai dengan KBBI (2013) adalah absen, absensi, dan kosong. Kata-kata yang dimaknai keliru adalah acuh, bergeming, nuansa, seronok, carut-marut, notulen, dan rempong. Beberapa faktor yang menjadi penyebab pemaknaan tersebut adalah melihat di media massa, sering mendengar dari orang lain (masyarakat), menjadi kebiasaan sehari-hari, dan melihat makna dalam kamus. (2) Upaya memperbaiki pemaknaan itu dengan cara mewajibkan media massa untuk menggunakan makna yang sesuai dengan KBBI (2013), meningkatkan kualitas bahasa Indonesia para pendidik, menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia, dan menetapkan aturan yang mengikat bagi pengguna bahasa Indonesia.
Integrasi Sustainable Development Goals (SDGD) dalam Problem Based Learning: Sebuah Pendekatan Untuk Penguatan Keterampilan Berpikir Kritis Irwan Baadilla; Ahmad Hidayatullah; Rokhmani Rokhmani; Rohimi Zamzam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8411

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing Problem-Based Learning (PBL) integrated with the Sustainable Development Goals (SDGs) on improving students’ critical thinking skills in the Indonesian language course. The research employed a quasi-experimental method using a Nonequivalent Control-Group Design involving two classes: an experimental class applying PBL-SDGs and a control class using the lecture method. Data were collected through tests to measure students’ initial (pretest) and final (posttest) critical thinking abilities. Data analysis techniques included instrument validity and reliability tests, descriptive analysis, assumption tests (normality and homogeneity tests), paired sample t-test, and independent sample t-test. The results showed that the average critical thinking score of students in the experimental class increased more significantly than that of the control class (86.04 vs. 77.36) with a significance value of 0.000 < 0.05. The findings confirm that the integration of PBL-SDGs has a significant impact on critical thinking skills. This result encourages students to be more active in identifying problems, analyzing information, constructing arguments, and formulating contextual solutions. The study concludes that the implementation of SDG-based PBL is more effective than the lecture method in enhancing critical thinking while also fostering students’ critical awareness of global sustainability issues. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Problem-Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control-Group Design pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan penerapan PBL-SDGs dan kelas kontrol dengan metode ceramah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes untuk mengukur kemampuan awal (pretes) dan kemampuan akhir (postes) berpikir kritis mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, analisis deskriptif, uji prasyarat (uji normalitas dan homogenitas), paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan berpikir kritis mahasiswa kelas eksperimen meningkat lebih signifikan dibanding kelas kontrol (86,04 vs 77,36) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi PBL-SDGs memiliki pengaruh terhadap keterampilan berpikir. Hasil ini mendorong mahasiswa lebih aktif mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menyusun argumen, serta merumuskan solusi kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan PBL berbasis SDGs lebih efektif dibanding metode ceramah dalam meningkatkan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu global keberlanjutan.
TIPE TINDAK TUTUR DALAM KOMUNIKASI DENTAL HIPNOSIS: SUATU KAJIAN PRAGMATIK Nani Darmayanti; Jatmika Nurhadi; Gilang Yubiliana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v3i2.44

Abstract

Penelitian yang berjudul “Tipe Tindak Tutur dalam Komunikasi Dental Hiposis: Suatu Kajian Pragmatik” ini menggunakan metode kualitatif dengan penyajian data deskriptif. Dengan memanfaatkan teori pragmatik, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tipe tindak tutur yang digunakan dokter gigi dalam komunikasi dental hipnosis. Data diperoleh dari peristiwa tutur antara dokter gigi dan pasien dalam suatu konteks situasi pemeriksaan gigi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam merealisasikan komunikasi dental hipnosis bagi pasiennya, seorang dokter gigi memanfaatkan pemarkah-pemarkah linguistik yang bersistem. Tipe tindak tutur yang dimanfaatkan dokter gigi dalam komunikasi dental hipnosis didominasi oleh (1) asertif menyatakan, (2) direktif-memerintah, (3) ekspresif-memuji. Semua strategi kebahasaan yang digunakan tersebut bertujuan untuk memberi sugesti agar pasien tidak merasa kesakitan ketika dilakukan tindakan medis.
Klasifikasi Bentuk Kata Bilangan Bahasa Melayu Jambi Ade Rahima Amir
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3563

Abstract

The objective of this research is to describe the classification of numeral forms in the Jambi Malay Language. The method used in this research is descriptive. Sources of research data include oral data from informants and written data taken from a collection of Jambi folklore. Overall this research was conducted in two locations, namely the district of Muaro Jambi and Jambi city. The research data were in the form of words, phrases, and sentences containing Jambi Malay Language numeral forms. The techniques collection used include interview, observation, introspection, and elicitation techniques. Data analysis is done by distributional method through substitution, expansion, and permutation technique. The results of data analysis showed that the numeral forms of Jambi Malay Language can be classified into 2 forms namely: 1) Basic form that includes monomorphemic form and polymorphemic form. Both forms are classified based on the amount of morphemes. 2) Complex forms or derivatives are classified based on their morphological processes, i.e. forms of affixed and reduplication. Based on these results, it can be concluded that from the morphological and syntactic aspects, the numeral forms of Jambi Malay Language has its own classification which is different from other word forms. AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan klasifikasi bentuk kata bilangan bahasa Melayu Jambi (BMJ). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian mencakup data lisan yang berasal dari informan dan data tulisan yang diambil dari kumpulan cerita rakyat daerah Jambi. Secara keseluruhan penelitian ini dilakukan di dua lokasi yakni Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi. Data penelitian berupa kata, frasa dan kalimat-kalimat yang mengandung kata bilangan BMJ. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik wawancara, observasi, introspeksi, dan elisistasi. Analisis data dilakukan dengan metode distribusional melalui teknik subsitusi, ekspansi dan permutasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara umum bentuk kata bilangan BMJ dapat diklasifikasikan atas 2 bentuk yakni: 1) bentuk dasar yang mencakup bentuk monomorfemis dan bentuk polimorfemis. Kedua bentuk ini diklasifikasikan berdasarkan jumlah morfemnya. 2) bentuk kompleks atau turunan diklasifikasikan berdasarkan proses morfologisnya, yakni  bentuk berafiks dan bentuk reduplikasi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa klasifikasi bentuk kata bilangan bahasa BMJ merupakan kajian linguistik dari aspek morfologi dan sintaksis mempunyai klasifikasi tersendiri yang berbeda dari bentuk kata lainnya.

Page 1 of 39 | Total Record : 386