Beberapa waktu yang lalu Yogyakarta pernah "geger berat"; pasalnya sekelompok peneliti muda telah mencoba mengkomunikasikan hasil penelitiannya (?) yang ternyata cukup "menyentuh" citra kota dengan segenap predikat dan warga masyarakatnya, pada hal sistem komunikasinya teramat terbuka.      Konon, menurut penelitian itu, di tengah-tengah warga masyarakat Yogyakarta yang terkenal dengan sistem sosio-kultu-ralnya yang serba "adhiluhung" itu ternyata banyak dijumpai pasangan suami-isteri yang "lupa" menikah, alias "kumpul kebo".      Dikarenakan sistem komunikasi penelitiannya yang sangat terbuka maka hasil penelitian yang kebenarannya masih disangsikan oleh banyak orang tersebut, meskipun mungkin banyak pula yang mempercayainya, segera menyebar di seantero jagad Indonesia. Lebih dari itu "surprising news" tersebut nampaknya sampai pula di beberapa negara manca; saya sempat mendapat surat dari seorang sahabat di luar negeri yang menanyakan kebenaran berita itu.      Penyebaran hasil penelitian tersebut memang tidak dapat dilepaskan dari "jasa" pers; meski demikian tentu pers tidak dapat disalahkan begitu saja, mengingat hasil penelitian tersebut memang mempunyai nilai berita yang cukup tinggi.
Copyrights © 1989