Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa

Menilik Isu Lingkungan dan Kelestarian Alam dalam UU IKN melalui Linguistik Korpus

Bayu Permana Sukma (Unknown)
Devi Ambarwati Puspitasari (Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Winci Firdaus (Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2024

Abstract

This study aims to analyze and determine the extent to which environmental issues and natural sustainability are accommodated in Law no. 3 of 2022 concerning IKN using a corpus linguistics approach. The data collected in this research is the complete text of Law no. 3 of 2022 concerning IKN, which covers the entire text of the law, including preambles, articles and attachments consisting of 1,099 tokens and reaching 8,653 word frequencies. This research utilizes the use of tools, namely AantConc version 4.2. The analysis techniques applied are word frequency analysis, keywords, concordance, and N-grams. The results of the findings and analysis of statistical data related to vocabulary on environmental topics show that there is no significance in environmental topics that are facilitated in the contents of Law No. 3 of 2023, especially regulations related to law enforcement against environmental violations. The only keyword that appeared in the first hundred hits was the word 'environment' and it was ranked 78th, far below the words 'authority' and 'government' which were in the top ten area, and development-related keywords which were in the top ten, ranked 20th to 30th. Other keywords related to natural sustainability were found in ranks 200th to 800th, out of a total of 1,099 existing tokens. It shows that environmental and sustainability issues are not discussed in a sufficient proportion since their occurrence is significantly fewer than the frequency of the other keywords related to government and development.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana isu lingkungan dan kelestarian alam diakomodasi di dalam UU No. 3 Tahun 2022 tentang IKN dengan menggunakan pendekatan linguistik korpus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah teks lengkap dari UU No. 3 Tahun 2022 tentang IKN, yang mencakup seluruh naskah undang-undang, termasuk preambule, pasal-pasal, dan lampiran yang terdiri atas 1.099 token dan mencapai 8.653 frekuensi kata. Penelitian ini memanfaatkan penggunaan alat bantu, yaitu AntConc versi 4.2. Teknik analisis yang diterapkan adalah analisis frekuensi kata, kata kunci, konkordasi, dan N-gram. Hasil temuan dan analisis data statistik terkait kosa kata dengan topik lingkungan menunjukkan bahwa tidak ditemukan signifikasi topik lingkungan yang terfasilitasi dalam isi Undang-undang No.3 Tahun 2023, khususnya peratutan terkait penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Satu-satunya kata kunci yang muncul di seratus hits pertama hanyalah kata ‘lingkungan’ dan berada di peringkat ke-78, jauh di bawah kata ‘otorita’ dan ‘pemerintahan’ yang berada di area sepuluh besar, dan kata kunci terkait pembangunan yang berada di peringkat 20 sampai 30. Kata kunci terkait kelestarian alam lainnya ditemukan pada peringkat ke-200 hingga ke-800, dari total 1.099 token yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dan kelestarian alam tidak banyak dibahas dalam UU IKN karena jumlah kemunculannya tidak sebesar kata-kata kunci lain yang terkait dengan pemerintahan dan pembangunan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jurnal_ranah

Publisher

Subject

Description

https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope ...