Negara-negara di pinggiran laut Pasifik (Pacific Rim), untuk selanjutnya disebut negara-negara Pasifik, khususnya anggota Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE), sekarang tengah berada di dalam era global-industrial. Pada satu sisi konteks global tertandai dengan terjadinya keterjangkauan akses informasi hampir di seluruh bidang kehidupan, sedangkan di sisi yang lain konteks industrial tertandai dengan terjadinya transformasi pada berbagai konsentrasi sumber investasi.        Keterjangkauan informasi tersebut di atas telah menimbulkan kompetisi global. Setiap menit bahkan setiap detik kita menghadapi persaingan serta perpaduan budaya antarbangsa (cultural contact) yang tidak mungkin dihindari. Setiap detik kita dituntun oleh alam dan didorong oleh teknologi untuk melibatkan diri ke dalam arus perubahan. Di sisi lainnya, masyarakat negara-negara Pasifik yang mulanya masih meletakkan konsentrasi sumber investasi pada tanah pertanian (preindustrial society) secara perlahan-lahan tetapi pasti mengubahnya ke permesinan dan jasa (industrial society). Sekelompok kecil diantaranya bahkan telah mengubahnya ke ilmu pengetahuan dan teknologi (post industrial society).        Salah satu metoda untuk mensiasati kompetisi global tersebut ialah dengan menjaring kolaborasi antarnegara pada masalah-masalah tertentu yang dianggap penting (important) dan/atau genting (ur-gent) oleh sekelompok negara. Pendidikan merupakan salah satu masalah yang memenuhi kedua kriteria tersebut. Itu berarti bahwa kolaborasi pendidikan antarnegara Pasifik sangat diperlukan sebagaimana pernah saya kemukakan dalam seminar internasional PAPE di Manila Filipina beberapa waktu yang lalu.
Copyrights © 2003