Hari Senin tanggal 15 Juli 1985, apabila tiada aral yang melintang, pemerintah yang dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan akan mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) 1985/1986 . Bila kegiatan ini dapat kita ibaratkan sebagai sebuah rangkaian dari proses pengadilan, maka pada hari itulah vonis hakim akan dibacakan.       Bagi yang berkepentingan langsung, dalam hal ini para peserta Sipenmaru itu sendiri, beberapa hari terakhir selama menantikan datangnya hari penentuan bukan mustahil telah merupakan hari-hari yang cukup menggelisahkan.Hari-hari mana mereka mencoba mereka-reka dan menghitung nasib yang akan menemani perjalanan hidupnya.        Hal ini kiranya sangat wajar oleh karena saat-saat pengumuman hasil Sipenmaru seringkali dianggap sebagai titik awal bagi seseorang dalam mencapai prestasi yang maksimal melalui jalur akademis.       Seseorang yang lolos dari jaring-jaring Sipenmaru akan diterima menjadi warga baru pada sebuah perguruan tinggi, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) , yang berarti terbukalah kesempatan untuk menjadi seorang pemikir, ilmuwan dan memasuki kelompok kaum cerdik pandai yang sangat dibutuhkan bagi suksesnya pembangunan negara dan bangsa (tentu saja bukan berarti bahwa mereka yang tidak termasuk dalam kaum cerdik pandai tidak dibutuhkan bagi suksesnya pembangunan).
Copyrights © 1985