ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006

SENI MENGELOLA SEKOLAH NEGERI

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2010

Abstract

Setelah “gegeran” CDMA mulai reda yang oleh sebagian anggota masyarakat dianggap tidak jelas jluntrung dan ending-nya, kini Yogyakarta diguncang “gempa” baru berupa dipermasalahkannya pengelolaan sekolah negeri; utamanya menyangkut penarikan biaya seragam sekolah yang dianggap tidak transparan, pembebasan siswa (baru) korban gempa dari berbagai iuran sekolah, dan sebagainya.          Awalnya sederhana, banyak orang tua siswa sekolah negeri yang mengeluh karena tarikan untuk uang seragam sekolah angka nominalnya sangat tinggi; padahal kalau membeli sendiri harganya jauh lebih murah. Keluhan seperti ini kemudian ditampung oleh LSM yang peduli terhadap pendidikan di Yogyakarta; kemudian ditindaklanjuti dengan minta klarifi-kasi kepada pihak sekolah. Masalah pun berkembang pada iuran pendidikan yang dipungut dari siswa (baru) korban gempa.          Sampai langkah tersebut masyarakat menilai konstruktif terhadap lang-kah yang ditempuh oleh LSM; namun kekonstruktifan itu sedikit berkurang manakala ketika diadakan pertemuan konsolidasi pihak-pihak yang berke-pentingan ternyata LSM yang bersangkutan justru tidak datang. Sekarang ini kasus tersebut malah sudah dilaporkan ke Polda DIY.          Melihat perkembangan tersebut sepertinya kasus penarikan biaya untuk seragam sekolah dan pungutan bagi siswa (baru) korban gempa semakin meruncing. Sebagian anggota masyarakat justru mulai acuh, jangan-jangan kasus ini hanya akan mencabik-cabik nama Yogyakarta sebagai Kota Pen-didikan tanpa “ending” yang jelas sebagaimana dengan kasus CDMA.

Copyrights © 2006