Pertanian Hijaz memberikan pengaruh yang nyata terhadap skala industri. Ketersediaan modal merupakan kunci meraih sukses dan menjadikan kaya bagi penduduk yang beraktivitas dalam bidang pertanian dan keuangan di Hijaz. Di Madinah Mu`awiyah bin Abi Sufyan dan Talhah bin `Ubaidillah sebagai petani yang memberdayakan gandum yang pertama di Wadi Qanah, sebelah utara Madinah. Mu`awiyah menginvestasikan 10 kebun yang ditami padi-padian dan kurma di sekitar Mekah dan Madinah, yang hasilnya setiap tahun 150.000 muatan unta kurma dan 100.000 muatan unta gandum. `Amr bin `As, memiliki tanaman anggur di Taif sebanya 1 juta pohon. Hamzah bin `Abdallah bin Zubair memiliki 20.000 pohon kurma di al-Furu`. Al-Samhudi bekerjasama dengan Ja`far bin Talhah membelanjakan 200.000 dinar untuk mendapatkan tanah Umm `Iyyal, yang memiliki 20.000 pohon kurma dengan irigasi yang baik dengan pendapatan 4.000 dinar per tahun. Demikian pula peternakan juga merupakan suatu industri kunci dalam permulaan Islam, dengan penggembalaan yang sangat luas. Para kafilah dagang mempunyai sekitar 2.500 unta. Pasukan Muslim memperoleh 24.000 unta dalam perang Hunain pada 630. Ibnu Abdulbarr menyatakan bahwa Khalifah Usman bin Affan memberikan 950 unta, 50 kuda dan 1000 dinar untuk membangun pasukan awal Islam. Lebih dari 1.000 kuda berpartisipasi dalam pembebasan Mekah pada 630 dan perang Badar pada 624. Nabi Muhammad s.a.w. dikatakan untuk memperkerjakan 70 unta dalam pasukan. Muâawiyah bin Abi Sufyan dilaporkan menerima warisan 2.000 domba dan Zubair bin Bakkar menceritakan bahwa Hakim bin Hizam memasarkan unta di pasar Mekah dan membeli budak wanita dengan 100 unta betina.  Maka perkebunan jelaslah merupakan industri yang menonjol pada saat lahirnya Islam di Hijaz. Bukti fisik dalam bentuk sisa-sisa saluran irigasi dan dam pada periode tersebut mendukung sumber dokumentasi dari pemberdayaan pertanian di Hijaz. Paling sedikit ada 19 dam pada periode tersebut yang masih terpelihara di Hijaz, 13 dam di Taif dan 3 di sekitar Oase Khaibar dan 3 di dekat Madinah. Banyak dam tersebut dibangun pada permulaan Islam, yang baru-baru ini ekspedisi arkeologi menyelidiki sumber dan rancangan struktur dam yang menyatakan bahwa beberapa, misalnya Sadd Qasr al-Bint di daerah Khaibar dibangun menjelang lahirnya Islam.
Copyrights © 2009