ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

WADAH TUNGGAL PTS, SATU TAPI DUA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Jun 2010

Abstract

       Musyawarah Nasional (Munas) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berlangsung di Jakarta pada bulan Juli ini boleh dicatat sebagai hari istimewa bagi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia pada khususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya, karena pada forum tersebut berbagai ide dan gagasan mengenai pembangunan pendidikan melalui sektor swasta dapat dituangkan.       Jumlah PTS di seluruh Indonesia yang berkisar 500 atau setengah ribu (500)  lembaga adalah jumlah yang tidak kecil dan menunjukkan betapa besar peran perguruan tinggi swasta dalam pemantapan sistem pendidikan nasional.  Salah satu topik yang menarik di dalam Munas tersebut adalah tentang ide pembentukan wadah tunggal PTS sebagai penggabungan dari beberapa organisasi yang selama ini ada pada per-satuan lembaga pendidikan tinggi swasta se Indonesia.       Selama ini kita  mengenal adanya  beberapa wadah  kebersamaan antar PTS, yang tepatnya sebanyak lima macam;  masing-masing ialah Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta (BKS-PTS), Badan Kerja Sama Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Swasta (BKS-YPPTS), Yayasan Pembina dan Pengembangan PTS (YPP-PTS), Majelis Rektor Universitas serta Institut Swasta se Indonesia (MR-UISI), dan ada lagi yang namanya Majelis Pimpinan Sekolah Tinggi dan Akademi Swasta se Indonesia (MP-STASI).       Oleh karena  kelima wadah tersebut  masing-masing  mempunyai AD-ART dan otonomi sendiri-sendiri maka maklumlah kalau masing-masing tentu akan mengetengahkan eksistensinya. Hal inilah yang rupanya mengilhami munculnya ide untuk menyatukan kelima wadah tersebut dalam satu "wadah tunggal" sebagai manifestasi dari integralitas beberapa organisasi yang berkepentingan.

Copyrights © 1984