ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2000: HARIAN SUARA KARYA

RENDAH, MUTU PERGURUAN TINGGI INDONESIA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 May 2010

Abstract

Untuk yang keempat kali, Asiaweek kembali membuat sensasi akademis dengan memuat daftar perguruan tinggi terbaik di Asia dan Australia.  Kali ini majalah tersebut membedakan dua kelompok perguruan tinggi,  yaitu perguruan tinggi umum (multi disciplinary university) dan perguruan tinggi iptek (science and technology university). Untuk kelompok umum terdiri dari 77 perguruan tinggi, sedangkan untuk iptek terdiri dari 39 perguruan tinggi.       Untuk mengurutkan nama-nama dalam daftar tersebut dipakai  sistem evaluasi kuantitatif  dengan cara pengumpulan nilai dari lima komponen;  yaitu komponen reputasi akademik dengan nilai teoretis 0 s/d 20,  selektivitas mahasiswa 0 s/d 25,  mutu dosen di masing-masing fakultas 0 s/d 25,  hasil penelitian 0 s/d 20,  serta sumber keuangan 0 s/d 10.  Secara teoretis nilai total maksimal adalah 100; ini hanya dapat diraih oleh perguruan tinggi yang memiliki kriteria ideal atas kelima komponen itu.  Makin tinggi nilai total suatu per-guruan tinggi makin tinggi pula kualitas akademiknya; sebaliknya, makin rendah nilai total makin rendah pula kualitas akademiknya.       Tidak semua perguruan tinggi di Asia dan Australia dievalu-asi karena masing-masing negara hanya diambil beberapa perguruan tinggi yang layak dinilai.  Perguruan tinggi yang dianggap kurang bermutu tidak termasuk dalam daftar yang dinilai secara langsung oleh tim yang sudah dipersiapkan sebelumnya.       Di Indonesia misalnya, dari 1.500-an perguruan tinggi (PTN dan PTS) yang ada ternyata hanya lima yang dianggap layak untuk dinilai;  yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI),  Universitas Diponegoro (Undip),  Universitas Airlangga (Unair), dan Istitut Teknologgi Bandung (ITB).

Copyrights © 2000