Keberhasilan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB), atau yang di luar negeri lazim disebut dengan "family planning", di Indonesia semakin tidak diragukan; hal ini secara kuantitatif dapat dilihat dari semakin banyaknya peserta KB, sedangkan secara kualitatif dapat dilihat dari semakin mandirinya peserta KB itu sendiri.      Negara-negara lain dan badan-badan internasional pun juga mengakui keberhasilan tersebut. Kalau dua tahun lalu Indonesia berhasil meraih penghargaan internasional bidang per-KB-an, maka satu tahun kemudian penghargaan kependudukan dari PBB, UN Population Award, pun berhasil diraih pula. Keberhasilan ini mendudukkan program KB di dalam posisi yang semakin strategis; bahkan, Presiden Soeharto menyatakan bahwa keberhasilan gerakan KB makin menjadi unsur penentu keberhasilan pembangunan nasional.      Logikanya: keberhasilan gerakan KB dalam menekan tingkat pertumbuhan penduduk secara langsung telah mengurangi beban pembangunan, sehingga dana pembangunan yang terbatas jumlahnya lebih dapat dialokasidistribusikan pada berbagai sektor pembangunan yang ada.
Copyrights © 1990