RQD merupakan salah satu analisis geoteknik empiris yang umum dilakukan dalam mengetahui kualitas massa batuan di lapangan. Secara konvensional, pengukuran ini dapat dilakukan dengan dua metode, yakni dari hasil core drilling dan pengukuran orientasi diskontinuitas dari scanline. Metode scanline memerlukan kontak langsung dengan massa batuan yang diamati dan memiliki risiko keselamatan bagi pengukurnya apabila dilakukan di area rawan, seperti lereng atau dinding terowongan. Selain itu, kekurangan lainnya adalah cukup memakan waktu baik ketika di lapangan maupun dalam pengolahan data pasca-pengukuran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur RQD dengan metode yang lebih efisien, safety, dan user-friendly dengan algoritma komputasi yang diakuisisi dengan metode fotogrametri menggunakan smartphone. Fotogrametri dilakukan dengan memanfaatkan software Polycam untuk pengambilan foto sejumlah 150-200 foto per titik observasi di Eks-Tambang Mangan Bawah Tanah Kliripan. Luaran dari fotogrametri berupa 3D triangular mesh akan diskalakan ulang dengan objek yang telah diketahui ukurannya sebagai acuan dan di-export ke dalam format 3D point cloud untuk kemudian diorientasikan ulang ke arah utara magnetik guna memvalidasi pengukuran dip dan dip direction massa batuan. Hasil 3D point cloud yang sudah tervalidasi ini kemudian diseleksi untuk menghilangkan pengaruh vegetasi dan dilakukan assisted-tracing berdasarkan curvature algorithm dari plugin Compass yang terdapat pada software CloudCompare untuk membentuk bidang orientasi diskontinuitas dari point cloud massa batuan. RQD dihitung berdasarkan scanline virtual yang dibuat di 3D point cloud, hasilnya memiliki rata-rata nilai 24,21% untuk scanline horizontal dan termasuk pada kategori very poor, serta rata-rata di angka 43,49% untuk scanline vertikal yang termasuk pada kategori poor.
Copyrights © 2025