Variabilitas atmosfer jangka pendek di Sumatera Utara pada periode puncak monsun belum dipetakan secara kuantitatif dan spasial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pola atmosfer pada 28 Desember 2025–1 Januari 2026 menggunakan metode K-Means clustering sebagai solusi analitis berbasis data. Data yang digunakan berasal dari Modern-Era Retrospective Analysis for Research and Applications Version 2 (MERRA-2) dengan variabel suhu udara permukaan, kelembapan spesifik, tekanan permukaan, dan kecepatan angin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tahapan praproses data, normalisasi, optimasi jumlah cluster menggunakan Elbow Method, serta evaluasi menggunakan Silhouette Score. Jumlah cluster optimal adalah tiga dengan nilai Silhouette Score global sebesar 0,4089 yang menunjukkan struktur cluster moderat. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pola atmosfer dominan, yaitu Panas Tropis & Sangat Lembap (43,44%), Hangat & Sangat Lembap (36,93%), dan Sejuk & Lembap Sedang (19,63%). Secara spasial, wilayah dataran tinggi berkorelasi dengan kondisi lebih sejuk, sedangkan wilayah pesisir dan kepulauan didominasi kondisi panas dan sangat lembap. Temuan ini menunjukkan bahwa metode K-Means efektif dalam memetakan variabilitas atmosfer spasial jangka pendek secara kuantitatif.
Copyrights © 2026