Tingkat konsentrasi dan capaian akademik mahasiswa tidak terlepas dari pengaruh lingkungan tempat mereka belajar. Banyaknya opsi lokasi seperti rumah kos, kedai kopi, perpustakaan, serta area kampus yang masing-masing memiliki keistimewaan dan kekurangan menyebabkan mahasiswa kerap bingung menentukan pilihan terbaik. Studi ini bermaksud membandingkan dua algoritma pada Sistem Pendukung Keputusan, yakni Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), untuk merekomendasikan tempat belajar paling ideal berdasarkan tingkat kenyamanan dan frekuensi penggunaan. Kriteria yang dievaluasi meliputi kenyamanan ruang, tingkat produktivitas, kecepatan WiFi, ketersediaan fasilitas, keterjangkauan biaya, serta kemampuan menjaga fokus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap mahasiswa aktif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua metode memberikan rekomendasi yang seragam, yaitu rumah kos sebagai alternatif unggul dengan nilai preferensi 0,99 (SAW) dan 0,9638 (TOPSIS). Walaupun demikian, urutan peringkat untuk kedai kopi dan perpustakaan menunjukkan perbedaan. SAW dinilai lebih cepat dan sederhana, sedangkan TOPSIS menghasilkan evaluasi yang lebih terperinci karena mempertimbangkan jarak terhadap solusi ideal.
Copyrights © 2026