Perkembangan transformasi digital di lingkungan sektor publik mendorong aparatur pemerintah untuk tidak semata-mata berorientasi pada penuntasan kewajiban administratif, melainkan juga dituntut mampu menghasilkan kinerja yang efektif, cermat, responsif, kolaboratif, dan adaptif dengan memanfaatkan berbagai perangkat teknologi digital, pengelolaan data, aplikasi berbasis kerja, serta infrastruktur sistem informasi. Studi ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana manajemen talenta dan kompetensi memengaruhi Kinerja Digital Adaptif pegawai di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan konseptual variabel terikat, yakni dari pendekatan kinerja pegawai yang bersifat konvensional menuju konstruk Kinerja Digital Adaptif yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan birokrasi berbasis digital serta tuntutan layanan publik yang semakin bertumpu pada teknologi. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei yang melibatkan 40 responden yang dipilih dari keseluruhan populasi yang berjumlah 67 pegawai. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30, mencakup serangkaian prosedur statistik yang terdiri atas pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, serta verifikasi hipotesis melalui pendekatan uji t dan uji F. Berdasarkan temuan penelitian, manajemen talenta terbukti memberikan pengaruh yang positif dan bermakna secara statistik terhadap Kinerja Digital Adaptif, yang tercermin dari perolehan nilai t hitung sebesar 6,887. Kompetensi pun terkonfirmasi memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan nilai t hitung sebesar 2,216. Secara bersama-sama, kedua variabel independen tersebut menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap Kinerja Digital Adaptif, sebagaimana dibuktikan oleh nilai F hitung sebesar 62,918. Nilai koefisien determinasi (R Square) yang mencapai 77,3% menunjukkan bahwa sebagian besar fluktuasi Kinerja Digital Adaptif mampu dijelaskan melalui variabel manajemen talenta dan kompetensi, sementara proporsi sebesar 22,7% sisanya merupakan kontribusi dari faktor-faktor eksternal yang tidak tercakup dalam model penelitian ini. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa pembenahan
Copyrights © 2026