Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan undangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Timur untuk memberikan presentasi serta masukan dalam seminar pendidikan yang konon sudah cukup lama direncanakan. Apabila kemudian saya juga mendapat undangan dan kesempatan "berbicara" dalam seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) barangkali ada unsur kebetulannya.       Membandingkan kondisi pendidikan antara DIY dengan Kalimantan Timur tentu ada manfaatnya karena di dalamnya akan kita dapati indikator-indikator yang kontroversial, yang justru perlu mendapatkan perhatian. Secara ringkas etos didik masyarakat Kalimantan Timur belumlah maksimal sedangkan di DIY masalah etos didik ini dapat dikatakan tidak masalah lagi. Di Kalimantan Timur sarana dan fasi-litas pendidikan serta pendidikan massa (mass education) masih diperlukan; sementara itu di DIY pendidikan massa justru menjadi masalah, terutama di pendidikan dasar.        Kalau di beberapa daerah, termasuk Kalimantan Ti-mur, saat ini tengah mengalami masalah dengan sedikitnya sekolah dan guru maka DIY justru mengalami masalah de-ngan banyaknya sekolah dan guru.
Copyrights © 1992