ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1993: HARIAN BALI POS

TPI DAN PROBLEMATIKANYA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 May 2010

Abstract

       Saat ini TPI genap berusia dua tahun. Dalam usianya yang baru "seumur jagung" ini berbagai kritik, saran dan bahkan sinisme masyarakat yang ditujukan kepada TPI seperti tidak henti-hentinya mengalir. Hal ini mengingat kan kita pada hari-hari pertama ketika TPI dilahirkan, yang mana saat itu kritik tajam, saran, dan sinisme juga banyak bermunculan. Kalau waktu itu TPI sering dikepanjangkan sebagai "Televisi Prematur Indonesia" karena program-programnya yang dianggap tidak berbobot, "Televisi Periklanan Indonesia" karena siarannya banyak diselingi dengan iklan, atau "Televisi Pembantu Indonesia" karena siarannya kebanyakan diikuti oleh para pembantu RT, dsb, hal itu merupakan ekspresi dari berbagai sinisme.          Dalam usianya yang sudah dua tahun sekarang ini pun ternyata berbagai kritik, saran, serta sinisme masih tetap saja bermunculan. Tidaklah mengapa; karena kritik, saran dan sinisme itu justru menunjukkan adanya rasa ke-cintaan  serta besarnya harapan masyarakat kita terhadap TPI dengan program-programnya.          Apabila kita menengok ke belakang sejenak, lahir-nya TPI memang disiapkan untuk memberikan santunan pendi dikan kepada anggota masyarakat; baik anggota masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan di sekolah maupun yang sudah mendapatkannya di sekolah. Sasaran TPI meliputi dua kelompok sekaligus; yaitu kelompok peserta didik sekolah bagi siswa SLTP dan SLTA serta peserta di-dik di luar sekolah yang terdiri atas anak-anak prasekolah, ibu-ibu rumah tangga, remaja putus sekolah, pejabat dan usahawan, serta khalayak umum.

Copyrights © 1993