Mutu lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) merosot terus. Begitu pula perguruan tinggi yang lainnya. Dengan kondisi ini, lulusan perguruan tinggi tidak lagi dapat menciptakan lapangan dan kesempatan kerja, akan tetapi justru menjadi beban pembangunan nasional.      Menurut Prof. Roosseno, sementara pembangunan membutuhkan lulusan yang siap pakai maka ITB dan perguruan tinggi yang lainnya menghasilkan mutu lulusan yang terus merosot (Kompas, 1 April 1986).      Sebuah tantangan lagi telah ikut melengkapi identifikasi permasalahan dalam dunia pendidikan kita. Setahun yang silam ketika hasil EBTANAS SMTA diumumkan dan hasilnya "jelek" maka timbullah persepsi bahwa mutu lulusan siswa sekolah menengah, khususnya untuk tingkat atas adalah merosot. Kini ada sinyalemen bahwa mutu lulusan perguruan tinggi juga terus merosot. Klop sudah!      Sinyalemen tentang merosotnya mutu lulusan perguruan tinggi nampaknya menjadi semakin "terdukung" manakala kita membandingkan dengan hasil penelitian tentang pandangan dan harapan kepada para pengguna tenaga kerja terhadap lulusan perguruan tinggi di Jawa (Hardjono Notodihardjo/1981).
Copyrights © 1986