Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal
Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025

Optimalisasi Potensi Ekonomi Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Keripik Pisang di Jorong Mudiak Palupuh

Nofriyanto (Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)
Yusuf Sodikhul Anwar (Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)
Tartila Devy (Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal merupakan strategi penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Artikel ini mengkaji upaya pengembangan ekonomi kreatif di Jorong Mudiak Palupuh, Kabupaten Agam melalui pengolahan pisang menjadi keripik. Wilayah ini memiliki potensi produksi pisang mencapai sekitar 250 ton per tahun, namun selama ini sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dalam mengolah pisang menjadi produk keripik bernilai jual tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Problem Based Learning (PBL), dengan tahapan meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan teknis pengolahan, praktik produksi, pengembangan strategi pemasaran offline dan online, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam proses produksi keripik pisang, terciptanya produk berkualitas dengan harga jual mencapai Rp60.000 per kilogram, serta terbukanya peluang usaha baru yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga. Dengan demikian, pengolahan pisang menjadi keripik memiliki potensi besar sebagai strategi pengembangan ekonomi kreatif lokal. The development of a creative economy based on local potential is an important strategy for increasing income and improving the welfare of rural communities. This article examines efforts to develop the creative economy in Jorong Mudiak Palupuh, Agam Regency, through the processing of bananas into banana chips. The area has a banana production potential of approximately 250 tons per year; however, most of the harvest has traditionally been sold in raw form, resulting in low economic value added for the local community. This community service program aims to enhance the skills and capacity of community members, particularly housewives, in processing bananas into banana chip products with higher market value. The methods employed include the Participatory Rural Appraisal (PRA) and Problem-Based Learning (PBL) approaches, with stages encompassing problem identification, technical training in processing techniques, hands-on production practice, development of offline and online marketing strategies, and evaluation of program outcomes. The results indicate an improvement in community skills related to banana chip production, the creation of quality products with a selling price of up to IDR 60,000 per kilogram, and the emergence of new business opportunities that contribute to increased household income. Therefore, banana processing into chips has significant potential as a strategy for local creative economic development

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

tanmiyahimpact

Publisher

Subject

Description

The journal focuses on applied service and impact in: Islamic Economics & Finance: zakat, waqf, infaq, financial inclusion, microfinance (BMT), and integration of Islamic social finance. Islamic Business & Entrepreneurship: halal industry development, MSME incubation, sharia marketing, and ...