Pemanfaatan jaringan internet telah menjadi elemen krusial dalam mendukung aktivitas akademik dan administratif di SMAN 8 Tasikmalaya. Namun, pembatasan jumlah access point dan fluktuasi sinyal ISP di kawasan tersebut berpotensi menghambat kelancaran operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan wireless menggunakan parameter Quality of Service (QoS) yang meliputi throughput, packet loss, delay, dan jitter berdasarkan standar TIPHON. Metode penelitian yang digunakan adalah action research dengan tahapan diagnosing, action planning, action taking, evaluating, dan learning. Pengambilan data dilakukan menggunakan aplikasi Wireshark di tiga lokasi utama, yaitu Lab TIK, Ruang Tata Usaha (TU), dan Lab Bahasa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa parameter packet loss, delay, dan jitter di seluruh lokasi berada pada kategori "Sangat Baik". Namun, pada parameter throughput, ditemukan ketidakmerataan distribusi sinyal di mana Lab Bahasa hanya memperoleh nilai 398 Kbps (kategori "Buruk"), sementara Lab TIK (7.481 Kbps) dan Ruang TU (3.255 Kbps) masuk kategori "Sangat Baik". Temuan ini mengindikasikan adanya area dengan jangkauan sinyal yang lemah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan atau penataan ulang titik akses, khususnya di area Lab Bahasa, guna mengoptimalkan layanan jaringan secara menyeluruh.
Copyrights © 2026