Abstrak - Perkembangan teknologi jaringan menuntut institusi pendidikan untuk memiliki infrastruktur Wireless Local Area Network (WLAN) yang optimal guna mendukung pembelajaran berbasis digital. SMAN 1 Manonjaya masih menghadapi berbagai permasalahan jaringan, seperti adanya blank spot, ketidakstabilan koneksi, serta ketimpangan distribusi bandwidth. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan infrastruktur jaringan melalui integrasi captive portal dan manajemen bandwidth berbasis Mikrotik. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan captive portal mampu meningkatkan keamanan akses pengguna; (2) manajemen bandwidth menggunakan Simple Queue dan Per Connection Queue (PCQ) berhasil mendistribusikan bandwidth secara merata; dan (3) terjadi peningkatan signifikan pada parameter QoS, yaitu throughput WLAN guru meningkat dari 9,13 Mbps menjadi 78,5 Mbps, delay berkurang dari 342 ms menjadi 18 ms, serta packet loss turun dari 4% menjadi 0%. Dengan demikian, sistem yang dirancang mampu meningkatkan performa jaringan serta mendukung kegiatan pembelajaran secara lebih efektif. Kata kunci: WLAN; Mikrotik; Captive Portal; Manajemen Bandwidth; QoS; Abstract - The development of network technology requires educational institutions to provide optimal Wireless Local Area Network (WLAN) infrastructure to support digital learning activities. SMAN 1 Manonjaya still faces several network issues, including blank spots, unstable connections, and uneven bandwidth distribution. This study aims to optimize network infrastructure through the integration of a captive portal and bandwidth management based on Mikrotik. The method used is the Network Development Life Cycle (NDLC), which includes analysis, design, simulation, implementation, monitoring, and management stages. The results indicate that: (1) the implementation of a captive portal significantly improves user access security; (2) bandwidth management using Simple Queue and Per Connection Queue (PCQ) effectively distributes bandwidth evenly; and (3) QoS parameters improved significantly, with teacher WLAN throughput increasing from 9.13 Mbps to 78.5 Mbps, delay reduced from 342 ms to 18 ms, and packet loss decreased from 4% to 0%. Therefore, the proposed system enhances network performance and supports learning activities more effectively. Keywords: WLAN; Mikrotik RouterOS; Captive Portal; Bandwidth Management; Quality of Service (QoS);
Copyrights © 2026