Sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh kelompok mahasiswa program studi Pendidikan Matematika baru-baru ini menghasilkan konklusi sederhana tetapi sangat perlu untuk diperhatikan. Konklusi tersebut menyatakan bahwa akhir-akhir ini makin banyak orang tua siswa yang tidak dapat lagi membantu belajar matematika putra-putrinya di rumah. Umumnya para orang tua tersebut sudah tidak dapat lagi mengikuti perkembangan pelajaran matematika di seko lah anaknya; utamanya perkembangan dari dimensi metoda. Kalau dilihat dari materinya sebenarnya tidaklah terlalu kompleks, akan tetapi motode atau pendekatan pemecahan masalahnya yang sekarang ini dianggap terlalu rumit.        Kesimpulan diskusi tersebut memang lebih didasar-kan pada pengamatan (observation), bukan pada penelitian (research), sehingga setiap orang dapat saja meragukan maupun meyakini konklusi tersebut. Lepas dari itu semua konklusi sederhana ini memang pantas mendapat perhatian para pendidik serta birokrasi pendidikan kita; apalagi pada akhir-akhir ini juga berkembang sinyalemen mengenai kekurang-berhasilan, untuk tidak menyatakan kegagalan, pendidikan matematika di sekolah-sekolah.        Pendidikan Matematika di sekolah-sekolah sekarang ini kurang praktis, "berputar-putar", dan sulit diikuti oleh anak didik maupun orang tua siswa. Begitu kira-kira pendapat dari sementara pengamat dan praktisi pendidikan kita. Lebih dari itu bahkan ada yang menyatakan pendapat bahwa pendidikan Matematika kita telah gagal mencapai tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai matematika serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Copyrights © 1993