Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa perikanan budidaya merupakan sektor produksi ketahanan pangan yang paling pesat perkembangannya di dunia dengan proyeksi bahwa produksi akan berlipat-ganda dalam 20-25 tahun mendatang. Akan tetapi untuk menjalankan suatu sistem budidaya harus memiliki lahan yang luas serta modal yang besar. Tentunya hal ini akan menjadi suatu permasalahan baru bagi pembudidaya yang tidak memiliki lahan yang luas dan hanya memiliki modal yang minim. Maka berdasarkan permasalahan inilah salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan oleh dosen selaku akademisi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memperkenalkan atau memberi pelatihan cara budidaya yang tidak membutuhkan lahan yang luas serta modal yang besar yang dinamakan dengan “Budikdamber (Budidaya dalam Ember) Plus Akuaponik” . Sistem kerja dari budikdamber ini adalah membudidaya ikan lele dan sayuran kangkung dalam satu ember yang merupakan sistem akuaponik (polikultur ikan dan sayuran). Selama ini sistem akuaponik yang berkembang membutuhkan pompa dan filter yang akhirnya membutuhkan listrik, lahan yang luas, biaya yang mahal dan rumit. Budikdamber ini kebalikan dari cara yang rumit tersebut. luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: terciptanya kelompok perikanan yang mengerti dan faham akan penerapan budidaya di dalam ember (Budikdamber) plus akuaponik serta dapat membuka sumber pendapatan keluarga bagi kelompok perikanan.
Copyrights © 2022