Wasiati
STIT MISBAHUL ULUM GUMAWANG OKU TIMUR SUMATERA SELATAN

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Scientific Approach Pada Kurikulum 2013 MI Di Kabupaten OKU Timur Wasiati; Ayu Lestari; Rachmi F. Suryadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/jepkm.v1i1.30

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang “Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Sciencetific Approach padaKurikulum 2013” yang dilaksanakan di STIT-MU Gumawang ini, bertujuan agar para guru memiliki pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman dalam pembuatan media pembelajaran di kelas yang dibelajarkan. Hal yang lebih penting dari itu, agar para guru memiliki sebuah karyaberupa media pembelajaran yang dapatdigunakan sebagaimana tuntutan pemerintah perlunya seorang guru memiliki profesionalisme yaitu sebagai seorang guru yang dapat membuat media pembelajaran. Karya yang berupa media pembelajaran ini dapat gunakan untuk kepentingan pembelajaran di kelas yang bermanfaat untuk guru dan siswa di kelas tersebut. Proses pelatihan ini para guru diminta untuk melakukan telaah Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan pada: (1) materi pelatihan tentang Kurikulum 2013, (2) materi tentang Media Pembelajaran, dan (3) pelatihan pembuatan Media Pembelajaran. Awal pertemuan hingga akhir pertemuan guru-guru berperan aktif dalam mengikuti pelatihan. Saat bekerja secara berkelompok, mereka tekun dalam memahami RPP dan menelaah tujuan pembelajaran dalam RPP. Mereka berdialog untuk menentukan media yang akan dibuatnya. Tanya jawabberlangsung dalam kelompok dari cara pemilihan bahan media, cara menentukan besar dan bentuk media, cara membuat media, cara memberi warna pada media, bahkan sampai saat mempresentasikan hasil pembuatan media, mereka kompak. Para guru ternyata belum sepenuhnya menguasai teknik pembuatan media tersebut secara baik, karena guru harus mampu memadukan sejumlah matapelajaran yang disajikan dan dapat dijelaskan melalui media tersebut. Setelah dilakukan pendampingan oleh pengabdi dalam proses pembuatan media tersebut, akhirnya para guru dapat menghasilkan media yang layak digunakan dalam pembelajaran di kelasnya.
Pelatihan Pelatihan Budidaya Ikan Lele Di Dalam Ember Untuk Ketahanan Pangan Di Desa Karang Kemiri Wasiati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/jepkm.v3i1.224

Abstract

Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa perikanan budidaya merupakan sektor produksi ketahanan pangan yang paling pesat perkembangannya di dunia dengan proyeksi bahwa produksi akan berlipat-ganda dalam 20-25 tahun mendatang. Akan tetapi untuk menjalankan suatu sistem budidaya harus memiliki lahan yang luas serta modal yang besar. Tentunya hal ini akan menjadi suatu permasalahan baru bagi pembudidaya yang tidak memiliki lahan yang luas dan hanya memiliki modal yang minim. Maka berdasarkan permasalahan inilah salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan oleh dosen selaku akademisi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memperkenalkan atau memberi pelatihan cara budidaya yang tidak membutuhkan lahan yang luas serta modal yang besar yang dinamakan dengan “Budikdamber (Budidaya dalam Ember) Plus Akuaponik” . Sistem kerja dari budikdamber ini adalah membudidaya ikan lele dan sayuran kangkung dalam satu ember yang merupakan sistem akuaponik (polikultur ikan dan sayuran). Selama ini sistem akuaponik yang berkembang membutuhkan pompa dan filter yang akhirnya membutuhkan listrik, lahan yang luas, biaya yang mahal dan rumit. Budikdamber ini kebalikan dari cara yang rumit tersebut. luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: terciptanya kelompok perikanan yang mengerti dan faham akan penerapan budidaya di dalam ember (Budikdamber) plus akuaponik serta dapat membuka sumber pendapatan keluarga bagi kelompok perikanan.
Meningkatkan Kualitas Membaca Al-Qur'an Dengan Metode Tajwid Di TPA Masjid Nurul Iman Desa Karang Sari Kecamatan Belitang III Kabupaten OKU Timur Yuni Rusmikana; Wasiati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/jepkm.v4i2.368

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatar belakangi oleh pentingnya mempelajari ilmu tajwid. Dan juga karena dilatar belakangi oleh pentingnya memahami materi ilmu tajwid karena hukum membaca Al-Qur'an dengan tajwid adalah fardhu 'ain, khususnya santri calon tahfidz masa depan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuan pembelajaran ini guna untuk meningkatkan kemapuan anak dalam membaca al-Qur'an dengan baik dan benar. Pengetahuan tentang pembelajatan Al-Qur’an berguna untuk meyakini dan mengamalkan ajaran agamanya agar anak menjadi seseorang yang berkepribadian muslim. Metode yang dipakai merupakan Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR). PAR adalah pendekatan yang menggabungkan riset (research) dengan aksi (action) yang berkepanjangan serta dicoba dengan cara partisipatif bersama santriwan dan santriwati. Tujuan pembelajaran ilmu tajwid ini guna untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Pada tahapan yang pertama kami melakukan sosialisasi berupa perkenalan dengan para santri   guna untuk   mempermudah   proses   pembelajaran   yang maksimal. Pada tahapan yang kedua kami memberikan materi berupa macam- macam ilmu tajwid, seperti Hukum nun sukun dan tanwin, yang terbagi menjadi lima, yaitu, idzhar khalki, idggom bigunnah, idgom bilagunnah, iklab, dan ikhfa’. Pada tahapan Ketiga kami memberikan praktek membaca AL-Qur’an melalui alat praga guna untuk mengingat materi ilmu tajwid yang telah di terapkan kepada masing-masing santri. Pada tahapan yang terakhir merupakan tahap evaluasi, dimana evaluasi tersebut untuk mengukur nilai-nilai kesuksesan dan kemampuan semua para santri dalam mempelajarai atau memperdalam ilmu tajwid, dari aktifitas   pembelajaran yang sudah dilakukan.