ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009

KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (24)

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Jan 2010

Abstract

Setelah sikap mental diberikan porsi lebih pada pendidikan kami, berikutnya adalah pendidikan pengetahuan. dan ketrampilan juga harus diberikan secara berbeda. Dengan dosen yang tidak berpengalaman dan dengan pengetahuan yang terbatas, maka yang bisa kita lakukan hanyalah membagi pengalaman ketika kami mengelola Lembaga Pendidikan Kejuruan, yang lebih menekankan ketrampilan daripada pengetahuan atau konseptual. Kalau kita  meberikan tekananan pada pengetahuan, dengan mahasiswa yang yang intelektual pas-pasan dan juga dosen dengan pengetahuan terbatas, hampir pasti kurang mencapai sasaran. Kami belum mampu menghasilkan mahasiswa yang pandai, tetapi hanya mampu menghasilkan mahasiswa yang trampil dengan wawasan yang terbatas. Kelemahan di bagian input (calon mahasiswa pas-pasan) justru dapat menimbulkan peluang yang luar biasa. Demikian pula perusahaan kecil, bila kita menemukan kelemahan dari dalam perusahaan dan ancaman dari luar, berdasarkan pengalaman saya, di balik itu dapat memunculkan peluang yang membuat kita dapat bersaing dengan baik, dengan cara melihat keunggulan kita dan melihat kelemahan perusahaan lain serta berfokus pada kelemahan perusahaan lain tersebut, kita memunculkan keunggulan. Peluang yang muncul karena mahasiswa yang pas-pasan tersebut adalah kompetensi yang tidak butuh IQ tinggi, tidak perlu menguasai matematika yang rumit., yaitu kompetensi multimedia. Ketrampilan multimedia kami tujukan  mahasiswa yang kemampuan logikanya terbatas, tetapi  sudah dapat memberikan ketrampilan yang berbeda dengan yang lain.  Meskipun demikian, ide tersebut tidak berjalan mulus, karena masih ada dosen yang belum sepakat dengan kompetensi tersebut. Saya memakluminya, karena mereka orang yang pintar, tetapi Ketua Jurusan saya sepakat semuanya.  Mereka yang tidak sepakat, pertama menganggap bahwa multimedia itu bukan bagian dari informatika. “Kalau Pak Yanto akan mengajarkan multimedia, banyak orang yang akan mentertawakan kita” kata mereka. “Saya faham apa yang dirisaukan kawan-kawan, tetapi menurut saya multimedia itu masih bagian dari informatika” jawab saya yang belum memuaskan.  Kedua, belum ada dosen yang dapat mengajarkan multimedia. “Siapa yang akan mengajar multimedia ,Pak Yanto?” mereka bertanya. “Saya sendiri” jawab saya. “Apa Pak Yanto bisa?” Tanya mereka. “Belum. Tetapi mata kuliah multimedia kan masih semester 4 dan 5, sehingga saya masih punya waktu 2 tahun untuk belajar” jawab saya. Pada saat waktu tibapun, ternyata saya hanya menguasai sekitar 30 % dari materi tersebut. Dalam proses belajar mengajarpun kadangkala ada pertanyaan yang saya tidak bisa menjawab. Biasanya saya menjawab bahwa pertanyaan mahasiswa tersebut bagus sekali. Itu adalah salah kunci dalam multimedia, kalau saya jelaskan sekarang saya khawatir kalian malah bingung, hari ini kita selesaikan dulu materi kita hari ini, minggu depan Insya Allah baru akan kita bahas. Padahal sesungguhnya yang bingung saya dan dengan menunda satu minggu, maka saya mempunyai kesempatan belajar satu minggu.  Itulah awal saya mengajar mata kuliah multimedia.  Meskipun demikian, mata kuliah ini menjadi ciri khas perguruan tinggi kami dan menjadikan keunggulan. Saya hanya ingin mahasiswa mempunyai ketrampilan berbeda dengan yang lainnya. Kalau saya memberikan materi sama persis dengan perguruan tinggi lain, pasti kita tidak akan mempunyai keunggulan. Meskipun hanya satu keunggulan, dari pengalaman saya, sudah cukup untuk dapat bersaing dengan yang lainnya.

Copyrights © 2009