Penyakit hati yang menimbulkan sakit seketika selain sedih, resah, gundah, marah dan dendam adalah iri dan berbuat curang. Penyakit ini dapat dihilangkan juga dengan obat-obat yang alamiah. Melihat tetangga mempunyai rumah baru, mobil baru, TV baru dan peralatan lain yang serba wah, kadangkala kita merasa iri. Hati kita seringkali dirasuki kotoran yang akhirnya mengatakan dalam hati âAh paling dapat seperti itu karena korupsiî. Demikian pula, ketika perusahaan tetangga maju kadangkala kita juga iri dan berusaha berbuat curang untuk menjatuhkannya. Iri dan berbuat curang mempunyai banyak sebab, yaitu karena permusuhan, kebencian, kesombongan, cinta kekuasaan, ingin disanjung, ketakutan hilangnya maksud yang diinginkan, kotornya jiwa dan kebakhilan. Cara mengobatinya dengan mengetahui bahwa iri dan berbuat curang adalah berbahaya bagi kita, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Bahaya di dunia dapat menyebabkan kita sakit, jantung berdebar-debar, tidak nyenyak tidur dan akhirnya hati kita tersiksa. Bersyukur, tidak iri dan tidak berbuat curang serta belajar untuk menjadi lebih baik merupakan obat penyakit hati tersebut. Alhamdulillah, saya diberi kesehatan dan diberi anak yang lucu-lucu, walaupun saya belum bisa membeli yang dilakukan oleh tetangga, tetapi kita mungkin malah dapat ikut mobilnya. Bisa ikut nonton TV barunya dan bisa melihat pemandangan rumah yang bagus tetangga kita. Memang tidak mudah, tetapi itulah obatnya. Dari Anas r.a berkata : Kami duduk bersama Rasulullah saw lalu Rasulullah sawbersabda :âAkan datang kepada kalian seorang lelaki ahli surga.î Kemudian muncullah seorang lelaki Anshar yang jenggotnya basah kerena wudhu, kedua sandalnya ditenteng dengan tangan kirinya. Dan ketika hari berikutnya Nabi berkata seperti itu lagi, dan lelaki muncul seperti kemarin. Dan pada hari ketiga Nabi berkata seperti itu lagi, dan lelaki muncul dalam keadaan yang sama. Ketika Nabi saw berdiri, Abdullah bin Amru bin âAsh lalu berkata :âSungguh aku telah membiarkan jenggot ayahku panjang, kemudian aku berjanji tidak akan bertemu muka dengannya selama tiga hari, aku akan menunggu sampai waktu berlalu.â Peristiwa itu terjadi saat dia menginap tiga hari di rumah lelaki Anshar dan yang ia lakukan adalah menemaninya, tidak melihatnya di waktu malamnya kecuali berzikir kepada Allah sepanjang malam, sampai berdiri untuk salat subuh, dia larut dalam amalannya, kemudian ia menjumpai suatu peristiwa yang Nabi tidak pernah mengatakannya. Lalu ia menanyakan apa yang ia alami itu, kemudian lelaki Anshar berkata kepadanya: âItu adalah sesuatu yang aku tidak tahu kecuali bahwa aku tidak mendapati pada diriku tidak berbuat curang kepada salah seorang di antara kaum muslimin dan aku tidak iri terhadap kebaikan yang diberikan Allah kepada orang lain. Kemudian Abdullah berkata : Itulah yang akan membawamu ke surga dan itulah yang tak terkatakan.
Copyrights © 2007