Latar Belakang: Penderita Diabetes mempunyai risiko lebih tinggi untuk terjadinya gangrene pada kaki. Senam kaki merupakan salah satu pilar penatalaksanaan komplikasi Diabetes yang dapat digunakan sebagai salah satu pencegahan kaki diabetik. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang senam kaki secara mandiri terhadap resiko terjadinya diabetic foot pada diabetesi di Puskesmas Kuta Utara. Metedologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional melibatkan 35 responden, dan menggunakan teknik total sampling. Responden menjawab pertanyaan yang menunjukkan pengetahuan serta lembar observasi senam kaki dan untuk mengetahui resiko diabetic foot yang muncul menggunakan kuesioner Inlow’s 60-second Diabetic Foot Screen Screening Tool. Hasil: hasil analisis uji korelasi spearman rank diperolah nilai signifikansi sebesar 0,00 (<0,05), yang artinya terdapat hubungan 1 tingkat pengetahuan tentang senam kaki secara mandiri terhadap resiko terjadinya diabetic foot pada diabetesi di Puskesmas Kuta Utara. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang senam kaki dalam kategori cukup dan resiko terjadinya komplikasi diabetic foot dalam tingkatan sangat rendah. Namun timbulnya diabetic foot yang cukup tinggi di masyarakat, menjadi tantangan layanan kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan yang berkala, perawatan kaki, dan senam kaki secara teratur dapat mengurangi terjadinya atau timbulnya diabetic foot.
Copyrights © 2024