Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang. Studi pendahuluan menunjukkan perilaku pencegahan stunting masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas peer education dan positive affirmation dalam meningkatkan perilaku pencegahan stunting. Metodologi: Penelitian menggunakan desain quasi experiment pada September–Oktober 2024. Variabel independen adalah peer education dan positive affirmation, sedangkan variabel dependen meliputi sikap, efikasi diri, niat, dan perilaku. Populasi penelitian yaitu 48 ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan. Sampel terdiri dari 16 ibu kelompok perlakuan di Desa Jeddih dan 16 ibu kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Intervensi diberikan pada kelompok perlakuan berupa peer education dan video self-affirmation sebanyak dua kali, masing-masing 30 menit selama dua bulan. Kelompok kontrol memperoleh konseling bidan di posyandu. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dan Spearman Rank. Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan sikap berbeda signifikan (p=0,016 <0,05), dan efikasi diri menunjukkan perbedaan (p=0,021 <0,05). Terdapat hubungan antara sikap dan niat (p=0,002), efikasi diri dan niat (p=0,000), serta niat dan perilaku (p=0,008). Kesimpulan: Peer education dan positive affirmation terbukti efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting. Mendengarkan pengalaman teman sebaya mengenai pola pengasuhan yang berisiko menyebabkan stunting membantu ibu membentuk pengetahuan, sikap, dan keyakinan diri yang lebih positif. Tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan diharapkan berperan aktif mendukung upaya penurunan prevalensi stunting melalui peningkatan perilaku pencegahan berbasis edukasi dan penguatan psikologis ibu
Copyrights © 2025