Permasalahan sampah organik di lingkungan pesantren masih menjadi tantangan serius karena keterbatasan sistem pengelolaan yang efektif, sehingga menimbulkan pencemaran dan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendampingi praktik pengolahan sampah berbasis maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) di Pondok Putri MTs. Metode yang digunakan mengadaptasi pendekatan Community-Based Participatory Action Research (CBPAR) dengan tahapan diagnosis kebutuhan, sosialisasi dan pelatihan, pendirian unit pengolahan, pendampingan operasional, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa unit budidaya maggot mampu mengurangi volume sampah organik hingga ±65% dalam satu bulan, menghasilkan larva yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak, serta frass sebagai pupuk organik. Selain dampak teknis, kegiatan ini meningkatkan literasi lingkungan, mengubah persepsi santri terhadap maggot, serta memperkuat nilai keagamaan dalam praktik menjaga kelestarian bumi. Program ini membuktikan bahwa inovasi biokonversi berbasis maggot tidak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi dan edukatif yang relevan untuk direplikasi di pesantren lain.
Copyrights © 2025