Kopi merupakan komoditas perkebunan yang berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pedesaan. Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa memiliki potensi pengembangan kopi robusta yang cukup besar karena didukung kondisi lingkungan yang sesuai. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal bagi petani. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan Kelompok Tani Sarroanging sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan anggota kelompok tani, dan diskusi kelompok. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kelompok tani menghadapi tiga permasalahan utama, yaitu keterbatasan keterampilan dalam proses sangrai, belum tersedianya sistem tata kelola produk dan manajemen stok yang terstruktur, serta masih terbatasnya pemasaran yang menjangkau pasar lebih luas. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan alternatif solusi berupa peningkatan kapasitas teknik roasting, penguatan tata kelola produk, serta pengembangan branding dan pemasaran digital untuk mendukung peningkatan daya saing dan nilai tambah kopi lokal.
Copyrights © 2026