Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora
Vol. 14 No. 1 (2026): Retorik 14(1)

Sebuah Tempat Bernama Alfaz: Memori Kolektif Masa Kecil Penyintas Bencana Lumpur Lapindo

Muhammad Fahmi Nurcahyo (Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Tulisan ini secara garis besar berusaha melihat secara dalam praktik mengingat para penyintas lumpur lapindo pasca pindah dari desa asalnya. Mengambil fokus pada arek-arek Alfaz, kelompok penyintas bencana lumpur Lapindo dan ingatan masa kecil mereka tentang kampung asal—Desa Besuki Timur—yang dulu terpaksa ditinggalkan akibat terdampak bencana. Lebih jauh lagi, tulisan ini bermaksud melihat bagaimana cara mereka mengenang masa lalu dan kaitannya dengan proses hidup di masa kini. Kepingan-kepingan ingatan dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap enam partisipan dan kemudian dianalisis menggunakan pisau memori koleltif Halbwachs. Hasil analisis menunjukkan, meskipun menjadi bagian dari kelompok penyintas lumpur Lapindo yang lebih besar, arek-arek Alfaz memiliki kekhasan dalam praktik memori mereka. Pengalaman saat di Sanggar Alfaz menjadi memori kolektif tentang kampung halaman serta bencana yang menghancurkannya. Memori terkait Sanggar Alfaz dan Besuki Timur lebih kuat ketimbang memori tentang bencana yang terjadi. Selain itu, Sanggar Alfaz juga menjadi ruang dimana ingatan-ingatan tentang kampung Besuki Timur diwariskan dan dikonstruksikan oleh generasi terdahulu.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

retorik

Publisher

Subject

Description

Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora was founded in 2001 with the aim of seeking a new scientific ethos in the humanities with an interdisciplinary, political, and textual spirit. It was, and still remains, the aspiration of Retorik to foster humanities research with a scientific ethos capable of ...