Jakarta "heboh"; puluhan bahkan ratusan pelajar terlibat secara langsung dalam suatu perkelahian massal. Mereka "beringas", bus sekolah dirusak, petugas keamanan yang akan menetralisasi suasana ikut kena lemparan batu. Terpaksa pelajar nakal tersebut harus diamankan (untuk tidak menggunakan istilah "ditangkap"), dibawa ke pos polisi, "dinasehati", dan di-push up.        Keadaan seperti tersebut belum reda menyusul peristiwa baru yang sungguh memalukan; terjadi perkelahian dan tawuran antara pelajar dan mahasiswa yang melibatkan puluhan orang. Tentu semua itu dalam kapasitasnya sebagai oknum, meskipun jumlahnya relatif tidak sedikit. Betapa tidak malu, pelajar dan mahasiswa yang dalam sistem pendidikan kita disiapkan secara sistematis untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan justru membuat perilaku yang kurang berbudaya. Apakah itu menjadi indikasi kega-galan pendidikan kita? Entahlah!        Peristiwa tersebut terjadi di berbagai kota besar di negara kita akhir-akhir ini. Ibarat penyakit yang du-lu pernah muncul sekarang kambuh lagi. Tempo hari Bapak Presiden Soeharto serta beberapa menteri pernah menyata-kan keprihatinannya atas peristiwa tersebut, tetapi hal itu belum cukup untuk menghentikan perilaku nirbudaya para pelajar yang sebenarnya sangat kita banggakan itu.
Copyrights © 1992