ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008

DIIMPOR DARI SYIRIA DAN IRAK : SENJATA

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Nov 2009

Abstract

Senjata yang diimpor dari Syria adalah pedang. Orang memproduksi dan menggunakan pedang pedang sejak Zaman Perunggu sampai sekarang.  Pedang dikembangkan dari pisau belati dengan memperpanjang pisau sedemikian rupa sehingga menjadi sesuai, sejak awal milenium kedua Sebelum Masehi (SM). Pedang yang lebih panjang dari 90 cm jarang didapat dan tidak praktis pada Zaman Perunggu, karena panjang tersebut melebihi daya rentang perunggu. Pedang besi ini dikembangkan dengan memberi campuran logam yang lebih kuat, misalnya baja, sehingga dapat dijadikan pedang yang panjang yang dapat dipakai untuk perang. Pedang pada zaman perunggu pisaunya berbentuk daun, ditemukan di dekat Miditerania, Laut Hitam dan Mesopotamia. Tentara Mesir pada zaman perunggu, mengembangkan senjata dari perunggu. Pedang pada zaman perunggu Nordic mempunyai bentuk dengan pola spiral diperkirakan pada 1400 SM. Pedang produksi Cina pada zaman perunggu ditunjukkan pada Dinasti Shang. Pedang besi mengalami perkembangan pada abad ke-13 SM. Orang Hittites, Yunani Mycenaean dan budaya Proto-Celtic Hallstatt pada abad ke-8 SM menggunakan pedang dari besi. Pedang besi dapat diproduksi secara masal, bahan mentahnya tersedia secara luas. Pada awalnya, pedang besi tidak dapat diperbandingkan dengan belati baja, pedang besi lebih mudah rapuh dan untuk kelas bawah, tetapi lebih mudah untuk diproduksi dan bahan bakunya lebih mudah tersedia. Pada masa kekuasaan Persia dan Sasania di Iran, pedang besi dipakai secara umum. Xiphos Yunani dan Gladius Romawi merupakan jenis pedang besi yang ukurannya 60 cm sampai 70 cm. Pada akhir Emperium Romawi dikenalkan pedang yang sebih panjang yang dikenal dengan spatha dan sejak saat itu bentuk pedang panjang dipakai yang relatif lebih panjang dibanding pedang pada masa sebelumnya. Sedangkan pedang baja Cina dibuat oelh Dinasti Qin sejak abad ke-3 SM. Pedang jenis spatha tetap popular secara luas pada periode migrasi dan menjadi lebih terkenal pada Abad Pertengahan. Spatha pada masa Vendel diberi dekorasi dengan tulisan seni bahasa Jerman. Pada masa Viking muncul kembali dengan produksi yang lebih terstandarisasi, tetapi desain dasarnya tetap mengacu pada spatha. Senjata disebutkan dalam Al Qur’an surat Al Anfaal ayat 7 : Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu mnginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir. Golongan yang tidak membawa senjata, yaitu golongan yang membawa dagangan dari Syiria dipimpin Abu Sofyan, sedangkan golongan yang berkekuatan senjata adalah golongan yang datang dari Mekah dibawah pimpinan Uthbah bin Rabi’ah bersama Abu Jahal.

Copyrights © 2008