Perkembangan teknologi digital mendorong pergeseran konsumsi menuju belanja online, di mana kemudahan transaksi dan fitur Flash Sale yang menekankan kelangkaan waktu maupun jumlah dapat memicu Arousal dan perilaku impulsif pada Generasi Z. Berdasarkan inkonsistensi temuan dan minimnya kajian di kota menengah, penelitian ini menganalisis pengaruh Limited Time dan Limited Quantity terhadap Impulse Buying melalui Arousal pada Generasi Z di Kota Metro. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui kuesioner Google Form dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah Generasi Z berdomisili di Kota Metro, sementara jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan margin of error 10%, menghasilkan 96 responden dan dibulatkan menjadi 100. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS versi 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Limited Quantity berpengaruh signifikan baik secara langsung maupun lewat peran mediasi Arousal. Sebaliknya, Limited Time tidak terbukti memengaruhi Arousal maupun Impulse Buying, baik secara langsung maupun tidak langsung. Temuan ini menegaskan bahwa kelangkaan jumlah lebih mampu memicu respons emosional dan keputusan impulsif konsumen
Copyrights © 2026