Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana brand image, perceived usefulness, perceived service quality, dan perceived value mempengaruhi purchase intention konsumen fast fashion internasional di Indonesia, serta mengeksplorasi perbedaan pengaruh tersebut berdasarkan gender. Konsumen di Indonesia, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal, cenderung memiliki persepsi positif terhadap merek yang selaras dengan nilai tersebut sehingga mendorong niat pembelian yang lebih tinggi. Analisis menggunakan PLS-SEM (SmartPLS 3.0) dilakukan terhadap 400 responden pengguna fast fashion di Indonesia. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa brand image serta perceived value mempengaruh positif dan signifikan dalam menentukan purchase intention pada semua kelompok responden. Perceived service quality hanya berpengaruh signifikan pada pria, sedangkan perceived usefulness tidak memberikan pengaruh signifikan pada seluruh kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi merek dan nilai produk menjadi elemen krusial yang membentuk kecenderungan konsumen membeli. Selain itu, strategi pemasaran perlu disesuaikan dengan perbedaan gender, khususnya terkait aspek kualitas layanan. Penelitian ini berkontribusi penting terhadap pemahaman perilaku konsumen fast fashion di Indonesia dan pengembangan studi pemasaran lintas gender.
Copyrights © 2026