Masalah kemiskinan di Indonesia tetap menjadi tantangan utama meskipun pembangunan fisik terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapasitas daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendidikan melalui Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) terhadap tingkat kemiskinan. Selain itu, penelitian ini menguji peran infrastruktur dasar (Listrik, Internet, Sanitasi, Kesehatan (Puskesmas)) serta bantuan pemerintah (Rasio KPM Bansos Pangan dan Rasio Belanja Bantuan Sosial) sebagai variabel perantara dalam kerangka Teori Kapabilitas Amartya Sen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan panel data dari 34 provinsi di Indonesia periode 2018–2024. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) yang dipilih karena kemampuannya dalam menguji hubungan antarvariabel kompleks secara simultan, terutama pada model yang melibatkan variabel mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Temuan lain membuktikan bahwa variabel Akses Listrik, Akses Sanitasi Layak, Akses Internet, dan Akses Kesehatan (Puskesmas) memiliki pengaruh terhadap kemiskinan. Demikian pula, variabel Rasio KPM Bansos Pangan dan Rasio Belanja Bantuan Sosial terbukti berpengaruh dalam mempengaruhi angka kemiskinan di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa kapasitas fiskal daerah dan kualitas sumber daya manusia harus diarahkan secara tepat pada penyediaan fasilitas publik serta jaring pengaman sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara efektif.
Copyrights © 2026