Riset ini menganalisis pengaruh good governance terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura) sepanjang kurun waktu 2009–2023. Kualitas tata kelola diukur menggunakan indikator control of corruption, government effectiveness, dan regulatory quality, dengan Foreign Direct Investment (FDI) dan trade openness sebagai variabel kontrol. Riset ini mengaplikasikan model Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) estimator Pooled Mean Group (PMG) untuk menganalisis relasi jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Temuan riset memperlihatkan bahwa government effectiveness, control of corruption, dan trade openness berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, sedangkan regulatory quality berpengaruh negatif. Koefisien Error Correction Term yang negatif dan signifikan menegaskan adanya proses konvergensi menuju keseimbangan jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di ASEAN-5.
Copyrights © 2026